Surabaya, JatimReview.Com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran, terutama di kawasan permukiman dan lahan terbuka yang rentan terbakar selama musim kemarau.
Kepala DPKP Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani di Surabaya, Rabu, mengatakan kondisi cuaca ekstrem menyebabkan rumput dan alang-alang di sejumlah lahan terbuka mengering sehingga mudah tersulut api.
“Banyak lahan terbuka di Surabaya yang rumputnya mulai mengering akibat cuaca ekstrem. Kami mengimbau warga untuk tidak membakar sampah di lahan kosong, tidak membakar semak-semak, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan di tepi jalan,” ujarnya.

Menurut Laksita, peningkatan risiko kebakaran tersebut tercermin dari jumlah kejadian kedaruratan selama Agustus 2026 yang mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
DPKP Surabaya mencatat sebanyak 31 kejadian kebakaran pada Agustus 2025. Angka tersebut meningkat menjadi 55 kejadian pada Agustus 2026, dengan sebagian besar kasus berupa kebakaran alang-alang di sekitar permukiman dan lahan terbuka.
Secara keseluruhan, jumlah kejadian kedaruratan yang ditangani DPKP Surabaya sepanjang 2025 mencapai 271 kasus. Sementara itu, hingga pertengahan September 2026 telah tercatat sebanyak 232 kejadian.
Laksita mengatakan kebakaran alang-alang juga semakin sering terjadi memasuki September 2026. Sedikitnya 21 kejadian tercatat pada bulan tersebut, terutama di lahan milik pengembang yang masih kosong dan belum dilakukan pembangunan.
Ia menilai kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan karena banyak peristiwa kebakaran berawal dari aktivitas sehari-hari yang dianggap sepele.
“Banyak kebakaran yang dipicu hal sepele. Mulai dari lupa mematikan kompor saat memasak, korsleting listrik akibat kabel tua atau steker bertumpuk, membuang puntung rokok sembarangan, hingga penggunaan obat nyamuk bakar yang diletakkan dekat kursi busa,” katanya.
DPKP juga mengingatkan warga agar tidak meninggalkan charger yang masih terhubung dengan stopkontak tanpa pengawasan. Kondisi tersebut dapat memicu panas berlebih yang kemudian menimbulkan asap hingga kebakaran.
Selain pencegahan di lingkungan rumah, masyarakat diminta segera mengambil tindakan apabila terjadi kondisi darurat, termasuk saat terjadi kebocoran atau letupan pada tabung LPG.
“Jika terjadi kebocoran atau letupan tabung LPG, kami meminta warga tidak panik dan segera menutup tabung menggunakan kain atau lap basah,” katanya. jr/hud
