Surabaya, JatimReview.Com – Industri manufaktur Indonesia tengah menghadapi perubahan lanskap yang semakin dinamis, ditandai dengan percepatan hilirisasi, penguatan rantai pasok, adopsi teknologi, serta meningkatnya kebutuhan terhadap proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kondisi ini mendorong pelaku industri untuk memperkuat kapabilitas manufaktur melalui inovasi, digitalisasi, serta kolaborasi lintas sektor.
Di tengah transformasi tersebut, Timur Indonesia menjadi salah satu kawasan yang memiliki peluang besar dalam mendorong pertumbuhan industri nasional. Pengembangan sektor hilirisasi, pengolahan sumber daya lokal, pembangunan kawasan industri, hingga investasi pada sektor manufaktur bernilai tambah membuka ruang bagi terbentuknya pusat-pusat industri baru.
Namun, percepatan industrialisasi tersebut juga membutuhkan dukungan teknologi, solusi otomasi, penguatan logistik industri, serta peningkatan kompetensi agar mampu membangun ekosistem manufaktur yang lebih kompetitif.
Selama dua dekade penyelenggaraannya, Manufacturing Surabaya telah menjadi bagian dari perjalanan industri manufaktur nasional dengan menghadirkan ruang temu bagi pelaku industri, penyedia teknologi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi inovasi, memperluas jejaring bisnis, serta membuka peluang kolaborasi.
Konsistensi penyelenggaraan pameran ini mencerminkan perannya sebagai platform industri yang terus berkembang mengikuti kebutuhan dan tantangan sektor manufaktur.

Memasuki penyelenggaraan ke-20, Pamerindo Indonesia kembali menghadirkan Manufacturing Surabaya pada 15–18 Juli 2026 di Grand City Convention & Exhibition Center (Convex), Surabaya. Pameran ini kembali diselenggarakan bersama Machine Tool Surabaya, Tools & Hardware Surabaya, serta Industrial Automation & Logistics Surabaya yang menampilkan beragam solusi industri untuk mendukung peningkatan produktivitas, otomasi proses, efisiensi operasional, serta penguatan rantai pasok industri.
Sebagai bagian dari pengembangan penyelenggaraan tahun ini, Manufacturing Surabaya memperluas cakupan pamerannya melalui kehadiran dua pameran baru, yaitu Indonesia Energy Week Surabaya dan Growtech Indonesia.
Mengusung tema “New Industrial Hub di Timur Indonesia”, Manufacturing Surabaya 2026 hadir sebagai platform terintegrasi yang menghubungkan tiga sektor strategis, yakni manufaktur, energi, dan agrikultur, guna memperkuat kolaborasi lintas industri dalam mendukung transformasi sektor manufaktur nasional.
Ekspansi ini memperluas ruang kolaborasi antar pelaku industri dengan menghadirkan ekosistem yang menghubungkan teknologi manufaktur, solusi energi, dan inovasi di sektor agrikultur dalam satu platform. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya solusi yang lebih terintegrasi, meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri, sekaligus memperkuat daya saing sektor manufaktur dalam menjawab tantangan industri masa depan.
Meysia Stephannie, Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, mengatakan, transformasi industri saat ini tidak lagi dapat dilakukan secara sektoral. Dibutuhkan kolaborasi lintas industri yang mampu mempertemukan kebutuhan pasar, perkembangan teknologi, serta peluang investasi dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
“Melalui Manufacturing Surabaya 2026, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pameran, tetapi sebuah platform yang mempercepat adopsi inovasi, memperluas jejaring bisnis, serta membuka peluang kolaborasi strategis bagi pelaku industri di Timur Indonesia,” kata Meysia, Rabu (8/7).
Dia menambahkan, seiring dengan pesatnya perkembangan kawasan industri di Timur Indonesia, peluang untuk memperkuat rantai nilai manufaktur nasional semakin terbuka. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh peningkatan kompetensi sumber daya manusia, adopsi teknologi, penguatan produktivitas, serta kolaborasi yang semakin erat di seluruh rantai pasok industri.
“Manufacturing Surabaya berkomitmen menjadi katalis yang mempertemukan berbagai kebutuhan tersebut melalui satu platform industri yang terintegrasi,” tambahnya.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Manufacturing Surabaya 2026 menghadirkan berbagai program pendukung yang dirancang untuk memperkuat kompetensi pelaku industri sekaligus mendorong penerapan budaya continuous improvement.
Program seperti Forklift Hero Competition dan Kaizen Clinic dihadirkan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja, mendorong efisiensi operasional, serta memperkuat penerapan aspek keselamatan kerja di lingkungan industri.
Selain itu, program Business Matching juga dihadirkan untuk memfasilitasi pertemuan bisnis yang lebih terarah antara pengunjung dengan supplier maupun calon mitra strategis. Program ini diharapkan dapat mempercepat terbentuknya peluang kerja sama, memperluas jaringan bisnis, serta mendorong terciptanya kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi perkembangan industri nasional.
Manufacturing Surabayasemakin menegaskan perannya sebagai platform industri yang mendukung pertukaran pengetahuan, pengembangan jejaring bisnis, serta percepatan adopsi teknologi menuju manufaktur Indonesia yang lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif.
Pamerindo Indonesia mengundang para pelaku industri manufaktur, distributor, penyedia teknologi, asosiasi, pemerintah, akademisi, serta pemangku kepentingan terkait untuk berpartisipasi dalam Manufacturing Surabaya 2026.
Pameran ini memberikan kesempatan bagi semua partisipan untuk mengeksplorasi perkembangan teknologi dan solusi industri terbaru, menemukan peluang bisnis baru, memperluas jaringan dengan pelaku industri, serta memperoleh insight mengenai arah transformasi manufaktur Indonesia menuju era industri berikutnya. jr1
