Surabaya, JatimReview.Com – PT PAL Indonesia terus memperluas lini bisnisnya di luar sektor perkapalan dan pertahanan. Kali ini, perusahaan pelat merah tersebut dipercaya mengerjakan proyek infrastruktur migas lepas pantai melalui penandatanganan kontrak kerja sama dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) untuk Proyek Pengembangan Mako di Wilayah Kerja Duyung, Laut Natuna, Kepulauan Riau.
Dalam kontrak tersebut, PT PAL ditunjuk sebagai kontraktor utama untuk pekerjaan Engineering, Procurement, Construction and Transportation (EPCT) Conductor Support Frame (CSF), sebuah struktur penting yang akan mendukung aktivitas produksi pada Lapangan Gas Mako.
General Manager Sales & Marketing PT PAL Indonesia, Aris Wacana Putra, mengatakan penunjukan tersebut menjadi bukti kepercayaan industri energi terhadap kemampuan rekayasa dan manufaktur yang dimiliki perusahaan.
“Kepercayaan ini menunjukkan bahwa kompetensi yang selama ini dibangun PT PAL tidak hanya relevan untuk industri maritim dan pertahanan, tetapi juga mampu mendukung pembangunan infrastruktur energi lepas pantai,” ujar Aris, Senin.

Menurut Aris, proyek ini memiliki arti strategis karena menjadi bagian dari upaya diversifikasi bisnis perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi industri nasional dalam mendukung ketahanan energi Indonesia.
Ia menjelaskan, Lapangan Gas Mako merupakan salah satu proyek migas strategis nasional yang telah mencapai tahap Final Investment Decision (FID) pada Maret 2026. Produksi gas dari lapangan tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pasokan energi domestik, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik nasional.
“Keterlibatan PT PAL dalam proyek ini menjadi langkah penting untuk memperluas kompetensi perusahaan ke sektor offshore energy sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis serupa di masa mendatang,” katanya.
Aris menambahkan, pengalaman panjang PT PAL dalam membangun kapal perang, kapal niaga, hingga berbagai fasilitas maritim menjadi modal kuat untuk mengerjakan proyek konstruksi offshore yang membutuhkan standar keselamatan dan kualitas tinggi.
Sejak 2005, PT PAL tercatat telah terlibat dalam berbagai proyek minyak dan gas lepas pantai. Beberapa di antaranya adalah EPC Zelda Platform milik CNOOC SES Ltd, EPCI Wellhead Platform Ujung Pangkah milik Amerada Hess, EPC KE-32 Platform milik Kodeco Energy, hingga EPC Jacket Bukit Tua untuk Petronas.
Selain itu, perusahaan juga pernah mengerjakan sejumlah proyek offshore lainnya seperti Wellhead Platform Wortel, Wellhead Platform Peluang, Gas Compressor Platform, serta Platform Madura BD.
Melalui proyek Mako, PT PAL juga berharap dapat meningkatkan kontribusi industri dalam negeri melalui optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan keterlibatan rantai pasok nasional yang lebih luas.
Perseroan menargetkan seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal dengan tetap mengedepankan aspek kualitas, keselamatan kerja, serta pemanfaatan teknologi digital berbasis Industri Maritim 4.0 (IM4) yang saat ini terus dikembangkan perusahaan.
Dengan proyek tersebut, PT PAL semakin mempertegas posisinya sebagai perusahaan rekayasa dan manufaktur maritim nasional yang tidak hanya berperan dalam sektor pertahanan, tetapi juga mendukung pembangunan infrastruktur energi strategis Indonesia. jr5
