Potensi Market Besar, BRI Kantor Cabang Sidoarjo Perkuat Layanan Perbankan di Kawasan Industri Safe n Lock

Surabaya, JatimReview.Com – BRI Region 12 Surabaya melalui BRI Kantor Cabang Sidoarjo semakin aktif melakukan kerjasama dengan Kawasan Industri Safe n Lock Sidoarjo. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas akses layanan perbankan bagi pelaku usaha yang ada di dalam KI tersebut.

Branch Office Head BRI Sidoarjo, Arvian Tristianto, mengatakan kerjasama ini dimaksudkan agar BRI semakin dekat dengan para nasabah terutama dari kalangan pelaku usaha yanga ada di Kawasan Industri Safe n Lock Sidoarjo.

Sebab, KI Safe n Lock memiliki potensi bisnis yang besar. Saat ini terdapat sekitar 544 tenant di kawasan tersebut, sehingga kebutuhan terhadap layanan transaksi, pembiayaan, hingga layanan digital perbankan dinilai masih terbuka luas.

Dari jumlah tersebut, sekitar 24 persen tenant tercatat telah menjadi nasabah BRI dari sisi transaksi. Artinya, masih terdapat lebih dari 75 persen tenant yang menjadi potensi untuk dikembangkan menjadi nasabah BRI.

“Tujuannya kita ingin memberikan layanan terbaik untuk para nasabah. Kebutuhan layanan transaksi perbankan dari para nasabah bisa kami layani lebih cepat. Apalagi potensi yang bisa kita garap sangat besar,” ujar Arvian, Jumat (2/10).

Layanan yang ditawarkan BRI tidak hanya transaksi perbankan konvensional. BRI juga mendorong pemanfaatan layanan digital seperti BRImo dan Qlola, termasuk layanan cash management bagi pelaku usaha di kawasan tersebut.

Bukan hanya itu, kerja sama dengan KI Safe n Lock juga mencakup peluang pembiayaan. Salah satunya pembiayaan bagi tenant yang membutuhkan dukungan finansial untuk membeli atau melakukan investasi gudang di kawasan industri Safe n Lock.

“Kalau ada tenant yang mau beli atau investasi gudang di Safe n Lock, itu bisa kita support karena ada program khusus BRI dengan Safe n Lock,” tambah dia.

Selain transaksi dan pembiayaan, BRI juga telah melayani kebutuhan payroll sejumlah tenant. Meski demikian, penetrasi payroll saat ini baru sekitar 1 persen dari tenant yang ada sehingga masih menjadi salah satu ruang pengembangan bisnis ke depan.

Sebab itu, Arvian menegaskan BRI akan terus mengembangkan penetrasi layanan di Safe n Lock. Targetnya, semakin banyak tenant yang dapat menggunakan layanan BRI, baik untuk kebutuhan transaksi maupun pembiayaan usaha.

“Harapannya seluruh tenant di Safe n Lock itu bisa kita akuisisi,” ungkap dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Marba Berkah Amanda Tbk, pengelola KI Safe n Lock dan Halal Industrial Park atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Adi Saputra Tedjasurya, mengatakan kehadiran BRI menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem kawasan industri.

Menurutnya, pelaku industri tidak hanya membutuhkan lokasi usaha, tetapi juga dukungan layanan keuangan untuk menunjang aktivitas bisnis dan transaksi sehari-hari.

“Untuk mengembangkan suatu usaha, kita perlu mitra perbankan yang bisa men-support kita. Dan tentunya men-support klien-klien kita untuk transaksinya di dalam kawasan,” ujar Adi.

Karena itu, keberadaan kantor kas BRI di kawasan Safe n Lock diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi tenant dalam mengakses layanan perbankan tanpa harus keluar dari kawasan.

Saat ini kerja sama mencakup layanan transaksi dan perbankan. Ke depan, dukungan BRI dapat semakin berkembang, termasuk dalam aspek pembiayaan bagi pelaku usaha di kawasan.

Dikatakan, pihaknya memiliki ijin KI seluas 1.800 hektar. Dari jumlah tersebut saat ini sekitar 200 hektar telah dioperasikan sebagai KI Safe n Lock dengan 544 tenant. Selain itu, juga ada 796 hektar yang digunakan untuk Kawasan Industri Halal atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Untuk Kawasan Industri Halal, saat ini sudah dikembangkan 15 hektar. Sejumlah industri telah masuk terutama UMKM. Umumnya, pelaku usaha makanan dan minuman serta industri yang berorientasi ekspor.

“Yang sudah berjalan banyak yang ekspor. Ada yang sampai ekspor ke Panama untuk produk cumi-cumi. Bahkan ada pabrik sambal yang juga ekspor sampai ke Jepang,” pungkas Adi. jr7/rus

Related posts