Surabaya, JatimReview.Com — Meskipun dibayangi pelambatan pertumbuhan ekonomi, namun pasar properti kelas premium di Surabaya masih menunjukan trend membaik. Hal ini disambut baik Pakuwon Group dengan menggenjot penjualan produk premium dengan harga Rp 5 miliar lebih.
General Manager Marketing Pakuwon Group Liliani Harsono mengatakan, saat ini kebutuhan hunian premium semakin meningkat. Hal ini karena banyak konsumen yang mempertimbangkan hunian dan sekaligus sebagai ajang investasi.
“Pada semester I-2026, transaksi justru lebih banyak berasal dari produk dengan harga Rp5 miliar ke atas. Ini menunjukkan pasar segmen premium masih relatif kuat,” kata Liliani disela pameran Pakuwon Group-Pakuwon Indah Anniversary di Pakuwon Mall Surabaya, Kamis (27/8).

Untuk itu, Pakuwon Group kembali menawarkan produk hunian premium melalui pameran yang berlangsung hingga Minggu (30/8). Salah satu produk yang menjadi unggulan adalah Cluster Belvedere tahap dua di kawasan Pakuwon Indah, Surabaya Barat.
Cluster Belvedere menawarkan konsep hunian modern yang dipadukan dengan lingkungan hijau serta kemudahan akses ke berbagai fasilitas dalam kawasan kota mandiri Pakuwon Indah.
“Cluster Belvedere dihadirkan untuk merespons pertumbuhan permintaan hunian kelas atas yang menawarkan privasi dan gaya hidup dinamis, sekaligus memenuhi kebutuhan end-user yang menginginkan hunian premium dengan nilai investasi tinggi,” tambah dia.
Dia mengaku respons pasar terhadap Belvedere cukup bagus. Terbukti, dari 20 unit yang ditawarkan pada tahap pertama, seluruhnya telah terjual. Sementara pada tahap kedua tersedia 18 unit, dan saat ini masih ada 10 unit yang dipasarkan.
“Harga hunian di cliuster Belvedere Tahap 2 dibanderol mulai sekitar Rp11 miliar per unit,” ungkapnya.
Selain Belvedere, Pakuwon Group juga menawarkan sejumlah produk properti di berbagai kawasan Surabaya. Di Surabaya Barat terdapat Grand Pakuwon serta apartemen Clayson dan Lancaster Tower yang berada di atas Pakuwon Mall.
Sementara di Surabaya Timur, melalui kawasan Pakuwon City, perusahaan menghadirkan cluster Grand Cayman, ruko Beverly Tahap 2, serta Bella Tower yang berada di atas Pakuwon City Mall. Adapun di kawasan Surabaya Pusat tersedia One Icon Residence dan Pakuwon Tower.
Untuk pameran kali ini, Pakuwon Group menargetkan nilai transaksi hingga Rp200 miliar. Sejumlah program promosi disiapkan untuk menarik konsumen, termasuk fasilitas KPR Bank Mandiri dengan bunga khusus 1,8 persen fixed selama tiga tahun, gratis biaya KPR dan BPHTB, serta berbagai penawaran produk mulai harga Rp500 jutaan.
Pengunjung juga ditawarkan cicilan mulai Rp2 jutaan, gratis interior siap huni, hingga program gratis PPN maksimal Rp220 juta sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pembeli juga mendapatkan kesempatan mengikuti lucky draw harian dengan hadiah utama berupa logam mulia,” kata Liliani.
Sementara itu, Direktur Keuangan sekaligus Corporate Secretary PT Pakuwon Jati Tbk Minarto Basuki menilai kondisi pasar properti pada semester II-2026 masih cenderung flat, meski mulai muncul kembali minat investasi.
Tahun 2026, PT Pakuwon Jati Tbk mematok penjualan properti sebesar Rp 1,5 triliun dari berbagi proyek yang dikembangkan di Surabaya dan Jakarta. Hingga semester I/2026, emiten dengan kode PWON ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 565 miliar.
“Kami optimis target akan tercapai hingga akhir tahun 2026. Meskipun kami akui, semester II secara umum pasar properti masih flat, tetapi terkendali. Orang mulai mau berinvestasi,” ujar Minarto. jr5/tan
