Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di Jawa Timur memiliki daya saing tinggi dan siap memasuki pasar kerja internasional.
Menurut Khofifah, keberangkatan ribuan lulusan SMK dan LKP ke berbagai negara menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja global.
“Ini menunjukkan bahwa lulusan SMK dan LKP di Jawa Timur mempunyai kompetensi yang dibutuhkan dunia industri, bahkan hingga tingkat internasional,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Kamis.

Sebelumnya, Khofifah bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti melepas sebanyak 3.600 lulusan yang terdiri atas 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan LKP untuk bekerja di luar negeri.
Para lulusan tersebut akan ditempatkan di sejumlah negara tujuan, antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, China, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bulgaria, Brunei Darussalam, dan Thailand.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga memotivasi para lulusan agar berani bermimpi besar dan mampu menjadi generasi yang membanggakan bangsa Indonesia.
Ia mengingatkan pesan Presiden pertama RI Soekarno tentang pentingnya menggantungkan cita-cita setinggi langit.
“Kalian adalah bintang-bintang dan para juara. Bersiaplah menjadi harapan bangsa dan negara,” katanya.
Khofifah turut berpesan agar para lulusan menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri serta tetap membawa semangat nasionalisme di manapun berada.
“Harumkan nama Indonesia dan kibarkan Merah Putih setinggi-tingginya,” tuturnya.
Berdasarkan data rencana pelepasan peserta magang kerja dan pekerja migran Jawa Timur tahun 2026, sebanyak 4.920 peserta dan alumni dari 112 SMK dan LKP mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.186 orang merupakan siswa kelas XII dan 1.734 lainnya merupakan alumni. Sebanyak 1.617 peserta dinyatakan lolos seleksi dan memperoleh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), terdiri atas 587 siswa dan 1.030 alumni.
Selain itu, sebanyak 51 kompetensi keahlian dari total 174 kompetensi di SMK Jawa Timur disebut telah berhasil menembus pasar kerja internasional.
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan, termasuk kemampuan bahasa asing, agar lulusan siap bersaing di dunia kerja global.
“Pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah formal, tetapi juga melalui lembaga kursus dan pelatihan. Mereka yang diberangkatkan ini telah memiliki kontrak kerja resmi sehingga diharapkan dapat bekerja secara profesional,” kata Abdul Mu’ti. jr1
