Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus kesejahteraan guru.
Penghargaan tertinggi PB PGRI tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. saat audiensi bersama Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (10/8).
Khofifah mengatakan penghargaan tersebut menjadi tambahan motivasi bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan bagi seluruh masyarakat.
“Syukur Alhamdulillah, terima kasih kepada Pengurus Besar PGRI atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini adalah apresiasi sekaligus pelecut semangat dan komitmen Pemprov Jatim untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujar Khofifah.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan semata-mata hasil kerja pemerintah daerah, melainkan merupakan akumulasi capaian seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari siswa, orang tua, guru, kepala sekolah hingga institusi pendidikan.
Khofifah menegaskan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pendidikan adalah kunci untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas dan generasi emas, meningkatkan taraf hidup dan memutus mata rantai kemiskinan, semua dari pendidikan,” katanya.
Ia menyebut Jawa Timur mencatat sejumlah capaian di sektor pendidikan. Salah satunya menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri selama tujuh tahun berturut-turut melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) sejak 2019 hingga 2026.
Jawa Timur juga berhasil mempertahankan gelar Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Nasional 2026 untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat posisi Jatim sebagai salah satu barometer pendidikan vokasi nasional.
Selain prestasi akademik dan vokasi, Jawa Timur juga mencatat 45.839 medali dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) per 12 Mei 2026 dari berbagai kompetisi pendidikan.
Untuk memperluas akses pendidikan, Pemprov Jatim pada 2026 menyiapkan lebih dari 143 ribu kuota beasiswa. Rinciannya, sebanyak 81.131 kuota diperuntukkan bagi calon murid SMA/SMK swasta dan 62.000 kuota bagi calon mahasiswa baru perguruan tinggi swasta.
“Karena pendidikan berkualitas adalah hak bagi seluruh masyarakat, semua berhak mendapatkan akses yang sama,” ujar Khofifah.
Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi mengatakan Khofifah dinilai memenuhi kriteria ketat sebagai penerima Dwija Praja Nugraha karena dinilai memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan pendidikan yang diwujudkan melalui kebijakan maupun dukungan anggaran.
“Dwija Praja Nugraha itu adalah penghargaan tertinggi kami kepada gubernur, bupati, wali kota. Dan dalam hal ini gubernur biasanya itu sangat-sangat sedikit karena kriterianya yang sangat berat,” kata Unifah.
Ia menambahkan Jawa Timur juga terpilih dalam Program Go Public Fund Education oleh Education International. Program tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen Jatim dalam memperkuat investasi pendidikan publik dan meningkatkan mutu pendidikan.
Penghargaan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, guru dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif dan merata di Jawa Timur. jr7/an
