Khofifah Dorong Bank Jatim Perkuat Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Bank Jatim terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus pendukung pembangunan di Jawa Timur.

Khofifah menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur memerlukan dukungan sistem keuangan yang kuat, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha.

“Kita memiliki tanggung jawab bersama agar Bank Jatim tidak hanya tumbuh dari sisi kinerja, tetapi juga semakin besar manfaatnya bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” katanya.

Menurut Khofifah, posisi Jawa Timur saat ini sangat strategis dalam perekonomian nasional. Pada 2025, Jawa Timur tercatat sebagai penyumbang ekonomi terbesar kedua di Indonesia dengan kontribusi 14,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan 25,29 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur juga mencapai 5,85 persen secara tahunan atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,39 persen. Bahkan pada triwulan I-2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh hingga 5,96 persen.

Ia menjelaskan capaian tersebut ditopang sektor industri, perdagangan, dan pertanian yang menjadi kekuatan utama ekonomi sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar di provinsi tersebut.

Karena itu, Khofifah menilai keberadaan Bank Jatim memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai penghubung antara kekuatan fiskal pemerintah daerah dengan sektor riil melalui pembiayaan yang produktif dan tepat sasaran.

Ia juga menyoroti posisi Bank Jatim dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) yang menaungi sejumlah bank daerah lain seperti Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Sulawesi Tenggara, Bank Lampung, dan Bank Banten.

Menurutnya, peran tersebut menunjukkan bahwa Bank Jatim tidak hanya berkontribusi di tingkat regional, tetapi juga mendukung penguatan arsitektur ekonomi nasional.

Dalam kesempatan itu, Khofifah turut meminta seluruh kepala cabang Bank Jatim di daerah lebih proaktif dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 5,99 persen kepada pelaku usaha mikro dan kecil.

“Bunga KUR 5,99 persen ini menjadi kabar baik sekaligus harapan baru bagi pelaku usaha kecil agar bisa tumbuh lebih produktif,” ujarnya. jr1

Related posts