Surabaya, JatimReview.Com – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur kembali membuktikan kualitas pendidikan vokasi dengan mengantarkan kontingen Jawa Timur meraih gelar juara umum pada Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah (LKS Dikmen) Tingkat Nasional 2026. Prestasi tersebut sekaligus menjadi yang keempat secara berturut-turut sejak 2023.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sistem pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari proses seleksi hingga pemusatan latihan yang melibatkan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Target kami sejak awal adalah memberikan hasil terbaik di tingkat nasional. Karena itu seluruh tahapan pembinaan dilakukan secara matang, terukur, dan selalu dievaluasi,” ujar Aries.
Pada ajang LKS Dikmen Nasional 2026, kontingen Jawa Timur berhasil membawa pulang 30 medali yang terdiri atas 18 medali emas, tujuh medali perak, dan lima medali perunggu.
Capaian tersebut tidak diraih karena faktor sebagai tuan rumah, melainkan melalui strategi pembinaan yang telah disiapkan sejak jauh hari. Seleksi dilakukan secara berjenjang di seluruh kabupaten dan kota untuk menjaring peserta terbaik pada setiap bidang kompetisi.
Setelah lolos seleksi, para peserta mengikuti training center selama satu hingga tiga bulan. Selama masa pelatihan, mereka tidak hanya berlatih di sekolah, tetapi juga di lembaga pelatihan dan fasilitas industri agar terbiasa dengan standar kerja profesional.
Selain mengasah kemampuan teknis, peserta juga dibimbing untuk meningkatkan ketelitian, kecepatan, kreativitas, serta kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai kebutuhan industri.
Dinas Pendidikan Jatim turut melibatkan praktisi industri, tenaga ahli, hingga mantan peserta dan juara WorldSkills dalam proses pembinaan. Para peserta juga dibiasakan menghadapi tantangan berupa mystery box, yakni soal yang belum diketahui sebelumnya, sehingga mampu beradaptasi dengan kondisi kompetisi yang sesungguhnya.
“Soal yang diberikan harus mendekati standar nasional, termasuk adanya mystery box. Dari proses tersebut kami bisa melihat siapa peserta yang benar-benar siap mewakili Jawa Timur,” kata Aries.
Tidak hanya aspek teknis, pembinaan mental bertanding juga menjadi perhatian utama. Simulasi lomba dirancang menyerupai kondisi kompetisi nasional dengan batas waktu yang ketat sehingga peserta terbiasa menghadapi tekanan saat berlaga.
Aries menilai seorang peserta tidak cukup hanya memiliki keterampilan, tetapi juga harus memiliki mental juara, disiplin, ketenangan, serta kepercayaan diri dalam mengambil keputusan selama kompetisi.
Ia berharap keberhasilan mempertahankan gelar juara umum empat tahun berturut-turut menjadi motivasi bagi sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, sehingga mampu mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. jr3/tar
