Jatim Hub Perkuat Posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Logistik Nasional

Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kawasan Jatim Hub di Kabupaten Sidoarjo menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing ekspor Jawa Timur melalui integrasi layanan karantina dan logistik yang lebih cepat, efisien, dan modern.

Dalam keterangan resminya, Khofifah mengatakan percepatan distribusi barang dan efisiensi layanan logistik menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan perdagangan global yang semakin ketat.

Keberadaan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro Jemundo merupakan implementasi konsep Integrated Agro-Logistics and Quarantine Gateway yang menghubungkan sistem logistik pangan dengan prosedur karantina dalam satu kawasan terpadu.

“Proses logistik dan karantina kini tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terintegrasi dalam sistem yang modern, efektif, dan transparan,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan pengembangan kawasan tersebut sejalan dengan visi Gerbang Baru Nusantara yang menempatkan Jawa Timur sebagai pusat konektivitas dan perdagangan antara Indonesia bagian barat dan timur.

Jawa Timur, lanjutnya, memiliki infrastruktur pendukung yang kuat, mulai dari tujuh bandara, 37 pelabuhan, 12 ruas jalan tol, hingga dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 13 kawasan industri, serta satu kawasan industri halal.

Khofifah juga menyebut Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran penting dalam distribusi logistik nasional karena melayani 24 dari total 41 rute Tol Laut nasional. Kondisi tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu pusat distribusi logistik utama untuk kawasan Indonesia Timur.

“Posisi Jawa Timur semakin kuat sebagai pusat gravitasi logistik dan perdagangan nasional,” katanya.

Selain memperkuat ekspor, kawasan Jatim Hub juga diharapkan menjadi sarana pengembangan produk koperasi, usaha kecil menengah (UKM), dan industri kecil menengah (IKM) agar mampu menembus pasar internasional.

Khofifah menilai selama ini pelaku usaha masih menghadapi kendala berupa tingginya biaya logistik dan lambatnya distribusi barang. Karena itu, integrasi layanan karantina dan logistik dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi rantai distribusi.

Fasilitas karantina terpadu tersebut dilengkapi layanan pemeriksaan, pengasingan, tindakan karantina, hingga laboratorium pengujian dalam satu kawasan yang terintegrasi dengan sistem “joint inspection” bersama Bea Cukai.

Kawasan Jatim Hub juga menyediakan fasilitas pergudangan, cold storage, tempat penimbunan sementara, kawasan distribusi, laboratorium, serta pasar terpadu guna mendukung kelancaran arus barang ekspor dan impor.

Pengembangan kawasan dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Karantina Indonesia dengan dukungan BUMD PT Jatim Grha Utama (JGU).

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding menyatakan keberadaan Badan Karantina Indonesia menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan sumber daya alam hayati nasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan perdagangan.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah menghadirkan layanan karantina dalam satu kawasan terpadu sehingga proses pemeriksaan barang menjadi lebih cepat, efektif, dan mampu menekan dwelling time. jr3

Related posts