Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) menjadi salah satu instrumen efektif dalam menekan angka kemiskinan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah di Jawa Timur.
Menurut Khofifah, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat berupa hunian yang layak dan sehat. Hal ini dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup warga.
“Hunian yang layak menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat. Dampaknya meluas, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga produktivitas keluarga,” ujar Khofifah.

Ia mengungkapkan, realisasi program BSPS di Jawa Timur mengalami lonjakan signifikan. Jika pada 2025 hanya sekitar 2.914 unit rumah yang direnovasi, pada 2026 jumlahnya meningkat tajam menjadi sekitar 33.000 unit.
Peningkatan tersebut, lanjutnya, turut berkontribusi pada perbaikan taraf hidup masyarakat. Dengan kondisi rumah yang lebih layak, beban ekonomi keluarga dapat ditekan dan peluang peningkatan kesejahteraan semakin terbuka.
Khofifah juga menekankan pentingnya pendekatan terpadu antara pembangunan perumahan dan pemberdayaan ekonomi. Model ini dinilai mampu menciptakan dampak berkelanjutan dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyebutkan bahwa program BSPS di Jawa Timur telah terintegrasi dengan skema pembiayaan ekonomi seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan serta PNM Mekaar.
Integrasi tersebut bertujuan agar penerima manfaat tidak hanya memperoleh rumah layak huni, tetapi juga memiliki akses terhadap penguatan ekonomi keluarga.
“Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menciptakan ketahanan ekonomi masyarakat,” kata Maruarar.
Ia menambahkan, pembangunan puluhan ribu unit rumah tersebut juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian. Diperkirakan, program ini mampu menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja dari berbagai sektor, mulai dari konstruksi hingga industri bahan bangunan dan UMKM.
“Ekosistem perumahan mampu menggerakkan banyak sektor ekonomi. Ini menjadi salah satu motor pengungkit pertumbuhan di daerah,” ujarnya. jr1/tar
