Malang, JatimReview.Com – Hunian premium menjadi salah satu penggerak penjualan properti Ciputra Group di Kota Malang. Melihat tren tersebut, raksasa properti Indonesia ini kembali memperkuat portofolio hunian premium melalui peluncuran Cluster Yellow Leaf di CitraLand Puncak Tidar.
Direktur Ciputra Group, Agung Krisprimandoyo, mengatakan pasar properti premium di Malang masih menunjukkan prospek positif meskipun industri properti secara umum menghadapi tekanan.
Menurutnya, segmen premium merupakan ceruk pasar yang tetap menarik karena jumlah transaksinya memang tidak sebesar segmen menengah, tetapi memberikan nilai transaksi yang lebih tinggi.
“Market premium masih cukup bagus. Niche market inilah yang kami optimalkan. Secara volume memang tidak banyak, tapi nilainya cukup besar,” ujar Agung di sela peluncuran Cluster Yellow Leaf, Citraland Puncak Tidar, Minggu (9/8).

Agung mengatakan salah satu indikator kuatnya permintaan premium terlihat dari penjualan rumah berukuran besar di CitraLand Puncak Tidar. Sebelumnya, Ciputra Group meluncurkan 12 unit rumah dengan lebar 12 meter dan harga sekitar Rp7 miliaran.
Dari jumlah tersebut, enam unit telah terjual. Pihaknya berharap sisa unit dapat segera terserap pasar seiring masih tingginya minat konsumen terhadap hunian premium.
Menurut Agung, perubahan preferensi konsumen menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan tersebut. Rumah kini tidak lagi semata-mata dipandang sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup.
“Trennya rumah premium yang lagi bagus market-nya. Sebab, bagi konsumen, rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal, melainkan bagian dari gaya hidup. Makanya proyek kami di Malang, Sidoarjo dan Gresik, justru tipe besar yang paling laku,” katanya.
Kinerja tersebut turut tercermin pada pencapaian penjualan Ciputra Group. Hingga saat ini, realisasi penjualan sejumlah proyek perseroan telah mencapai sekitar 50% hingga 60% dari target tahunan.
General Manager CitraLand Puncak Tidar, Deddy Hasli Hidayat, mengatakan Yellow Leaf menjadi cluster kelima sekaligus terakhir dalam tahap pertama pengembangan CitraLand Puncak Tidar.
Tahap pertama kawasan tersebut memiliki total luas sekitar 32 hektare. Sebelumnya, empat cluster telah dikembangkan dengan total penjualan sekitar 360 unit rumah.
“Di sini yang paling banyak dicari customer justru tipe besar dengan harga Rp3 miliar lebih. Sementara tipe medium dengan harga Rp1,7 hingga Rp2 miliaran juga tetap kami sediakan. Karena trennya memang tipe besar yang diincar pembeli,” ujar Deddy.
Menurut dia, kehadiran Yellow Leaf sekaligus menjadi upaya pengembang menyesuaikan produk dengan permintaan pasar yang berkembang, khususnya konsumen kelas menengah atas.
Sementara itu, Marketing Manager CitraLand Puncak Tidar Malang, Willisanti Giwang Kencana, mengatakan Yellow Leaf dikembangkan secara bertahap. Pada tahap pertama, sebanyak 64 unit ditawarkan dari total 208 unit yang direncanakan.
Harga rumah berada pada kisaran Rp1,7 miliar hingga Rp8 miliar dengan delapan pilihan tipe, mulai dari Calia (72/87), Clara (105/112), Ciana (120/150), Celsa (135/166), Carnia (180/249), Carnia Attic (180/316), Cattleya (300/362), hingga Cattleya Attic (300/474).
“Saat ini kami sediakan enam unit rumah contoh dari enam tipe yang ada. Biasanya rumah contoh yang paling cepat laku. Selain itu kami juga ada 10 unit rumah ready tipe lain di cluster yang lain. Semuanya bisa ikut program PPN DTP dari pemerintah,” kata Giwang.
Ia mengatakan respons awal konsumen terhadap Yellow Leaf cukup positif. Sejumlah unit telah terjual, sementara calon pembeli potensial masih dalam tahap penjajakan.
Konsumen yang berminat mayoritas merupakan pengguna akhir atau end-user dari Malang dan wilayah sekitarnya. Selain itu, terdapat pula calon pembeli dari Surabaya, Sidoarjo, dan sejumlah kota lainnya. Bahkan dari luar pulau juga ada beberapa yang beli disini.
Untuk meningkatkan daya tarik selama masa peluncuran, pengembang memberikan sejumlah program promosi sepanjang Agustus 2026. Konsumen dapat memperoleh potongan harga Rp60 juta serta subsidi bunga KPR sebesar 2% melalui kerja sama dengan sejumlah perbankan.
Dari sisi fasilitas, Yellow Leaf dilengkapi boulevard utama dengan right of way (ROW) 18 meter, one gate system, serta pengamanan selama 24 jam. Juga dilengkapi resort-style family clubhouse, kids playground, dan area terbuka hijau untuk mendukung kenyamanan penghuni.
“Konsumen dapat memilih skema pembayaran tunai, in-house, maupun KPR. Untuk skema in-house, pembayaran dapat diangsur hingga 27 kali tanpa bunga. Sedangkan pembelian melalui KPR dapat dilakukan dengan uang muka 15 persen dan cicilan hingga 15 kali,’ tutup Giwang. jr1/kun
