Surabaya, JatimReview.Com – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan vokasi melalui pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mandiri, adaptif, dan terhubung erat dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Komitmen tersebut disampaikan dalam forum Jatim Retreat 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Surabaya, sebagai bagian dari upaya membangun jejaring vokasi yang kuat dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan SMK BLUD menjadi model strategis dalam menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
“SMK BLUD dirancang untuk menghadirkan fleksibilitas pengelolaan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan industri. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Aries, Jumat (16/1).

Ia menjelaskan, skema BLUD memungkinkan SMK mengelola unit produksi secara lebih profesional, memperluas kemitraan dengan pelaku industri, serta mengoptimalkan pembelajaran berbasis praktik dan kewirausahaan.
Menurut Aries, penguatan kolaborasi dengan DUDI menjadi kunci agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang relevan, daya saing tinggi, dan siap memasuki dunia kerja.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penerapan prinsip value for money dalam pengelolaan SMK BLUD sehingga setiap program pendidikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, dunia industri, dan masyarakat.
Jatim Retreat 2026 sendiri digelar sebagai forum strategis lintas sektor untuk memperkuat sinergi antarlembaga, mendorong inovasi pembiayaan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk menyamakan langkah seluruh unsur birokrasi, BUMD, dan penyelenggara layanan publik dalam menghadapi tantangan fiskal yang semakin dinamis.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan arah dan memastikan seluruh elemen pemerintahan di Jawa Timur bergerak dalam satu frekuensi yang sama,” ujar Khofifah.
Forum Jatim Retreat 2026 diikuti oleh 135 peserta yang berasal dari unsur birokrasi, BUMD, rumah sakit umum daerah (RSUD), hingga unit penyelenggara layanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menegaskan pentingnya penerapan creative financing sebagai strategi pembiayaan pembangunan yang inovatif, berkelanjutan, dan tidak menambah beban masyarakat, sekaligus mendorong perubahan pola pikir birokrasi agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan publik. JR3
