Gresik, JatimReview.Com – PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), pengelola Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), terus memperkuat sistem pengelolaan lingkungan berbasis data sebagai upaya meningkatkan daya saing kawasan industri sekaligus mendukung iklim investasi yang berkelanjutan.
Direktur PT BKMS Bambang Soetiono mengatakan, keberhasilan sebuah kawasan industri saat ini tidak hanya diukur dari kelengkapan infrastruktur maupun besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari kualitas tata kelola lingkungan yang diterapkan.
Menurutnya, pengelolaan lingkungan yang transparan dan berbasis data menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan investor sekaligus memastikan pertumbuhan kawasan berlangsung secara berkelanjutan.
“Karena itu kami terus memperkuat sistem monitoring lingkungan berbasis data, mengembangkan infrastruktur pendukung, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, tenant, dan masyarakat,” ujarnya belum lama ini.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BKMS secara rutin melakukan pemantauan kualitas lingkungan melalui pengujian laboratorium yang telah terakreditasi dan mengacu pada ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 mengenai penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Selain melakukan pemantauan berkala, perusahaan juga mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R). Ke depan, fasilitas tersebut akan dikembangkan menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) guna mendukung implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di kawasan industri.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menilai keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Ia mencontohkan berbagai program rehabilitasi kawasan pesisir, seperti penanaman mangrove dan perlindungan jaminan sosial bagi nelayan, sebagai bentuk kolaborasi yang perlu terus diperluas.
Dalam kegiatan tersebut, JIIPE bersama Pemerintah Kabupaten Gresik, kalangan akademisi, tenant kawasan industri, dan masyarakat melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Kalimireng. Selain itu, dilakukan pula pelepasan 1.000 benih ikan serta 100 benih kepiting sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir.
Guru Besar Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, Prof. Eddy Setiadi Soedjono, mengatakan pengelolaan lingkungan di kawasan industri harus dilakukan secara konsisten melalui pemantauan jangka panjang dan pengumpulan data secara berkala.
Menurutnya, kondisi lingkungan dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan sehingga setiap kebijakan pengelolaan harus didasarkan pada data yang objektif dan terukur.
“Dengan pendekatan berbasis data, setiap keputusan yang diambil akan lebih tepat sasaran serta mampu mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujarnya. jr5/tar
