Kabar Gembira. Lulusan SMK di Jatim Bisa Kerja di Luar Negeri Lewat Program Magang

Surabaya, JatimReview.Com – Khofifah Indar Parawansa menyatakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur memiliki peluang besar untuk memasuki pasar kerja internasional melalui program magang dan penempatan kerja di luar negeri yang kini menjangkau 13 negara tujuan.

Khofifah mengatakan penguatan konektivitas antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri global menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) Jawa Timur.

“Jaringan yang sudah terbentuk harus terus diperluas agar lulusan SMK Jawa Timur semakin siap memenuhi kebutuhan industri dunia,” ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu.

Program tersebut diikuti 1.790 siswa dan alumni SMK dari Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Dari jumlah itu, sebanyak 1.067 peserta merupakan siswa kelas XII dan XIII yang mengikuti program magang luar negeri, sedangkan 723 lainnya adalah alumni yang telah bekerja di luar negeri.

Adapun negara tujuan penempatan meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, dan Thailand.

Jepang menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak mencapai 1.216 orang, sementara Korea Selatan menempati posisi kedua dengan 460 peserta.

Khofifah menjelaskan Kabupaten Tulungagung menjadi penyumbang peserta terbesar dengan total 898 orang, diikuti Trenggalek sebanyak 54 orang dan Pacitan 15 orang.

Berdasarkan asal sekolah, peserta berasal dari SMK swasta sebanyak 597 orang dan SMK negeri sebanyak 470 orang.

Menurut Khofifah, tingginya minat dan partisipasi dalam program tersebut menunjukkan lulusan SMK Jawa Timur mampu bersaing di tingkat internasional, tidak hanya di sektor domestik.

Ia menyebut peluang kerja yang tersedia tersebar di berbagai bidang, antara lain manufaktur, perkapalan, teknologi, perhotelan, kesehatan, konstruksi, logistik, hingga pertanian modern.

Khofifah mencontohkan kebutuhan tenaga kerja terampil di Jerman cukup tinggi, khususnya pada bidang pengelasan bawah laut. Sementara Jepang membuka peluang luas di sektor industri dan pertanian.

Karena itu, ia mendorong para siswa untuk terus meningkatkan kompetensi, disiplin kerja, serta kemampuan bahasa asing agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri global.

“Bekerjalah dengan baik, bawa pulang pengalaman dan ilmu, serta jaga nama baik Indonesia,” katanya. jr1

Related posts