Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Kota Surabaya bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Perak terus memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja melalui Gerakan Ekosistem Kecamatan, Kelurahan, dan Keagamaan Sadar BPJS Ketenagakerjaan.
Program ini melibatkan para camat dan lurah di wilayah Surabaya Tanjung Perak sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mencapai Universal Coverage Jamsostek (UCJ).
Asisten III Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, menegaskan bahwa sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan menjadi kunci dalam memperluas perlindungan bagi pekerja dan keluarganya di Kota Pahlawan.
“Kerja sama ini diharapkan terus berkembang sehingga cakupan jaminan sosial semakin luas dan target UCJ 2026 dapat tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menyoroti pentingnya koordinasi dalam merancang strategi program ke depan. Ia menekankan bahwa kepatuhan pemberi kerja untuk mendaftarkan tenaga kerja menjadi salah satu fokus utama.
Menurutnya, peningkatan kesadaran pekerja sektor informal juga menjadi prioritas, termasuk perlindungan bagi pekerja rentan melalui dukungan anggaran pemerintah daerah.
“Langkah ini penting untuk memastikan seluruh lapisan pekerja mendapatkan perlindungan dari risiko kerja maupun sosial,” katanya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Tanjung Perak, Theresia Wahyu Dianti, menyampaikan bahwa gerakan ekosistem ini dirancang agar perlindungan jaminan sosial dapat menjangkau lebih luas, termasuk hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Ia menjelaskan bahwa sasaran program tidak hanya pekerja formal, tetapi juga pekerja informal, pekerja konstruksi, pelaku usaha mandiri, hingga industri rumahan.
“Peran camat, lurah, serta tokoh masyarakat dan keagamaan sangat penting dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap program ini,” ujarnya.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan kematian secara simbolis sebesar Rp70 juta kepada ahli waris salah satu peserta.
Almarhum Djaelani, yang berprofesi sebagai marbot masjid, meninggal dunia usai melaksanakan salat Isya. Keluarga almarhum menyampaikan apresiasi atas manfaat program jaminan sosial yang dirasakan langsung. jr7/tar
