Surabaya, JatimReview.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjajaki penguatan kerja sama internasional melalui skema sister province dengan Pemerintah Alexandria, Mesir. Hal ini dibahas dalam pertemuannya bersama Wakil Duta Besar Mesir untuk Indonesia Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu.
Khofifah menyampaikan, pembahasan tersebut merupakan kelanjutan dari penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Alexandria. Ia optimistis kerja sama ini akan segera meningkat ke tahap nota kesepahaman (MoU).
“Konsep sister province antara Jawa Timur dan Alexandria memiliki potensi besar untuk saling melengkapi, khususnya pada sektor perdagangan dan pendidikan. Kerja sama ini juga telah memperoleh dukungan dari DPRD Jawa Timur,” kata Khofifah.

Di bidang pendidikan, Khofifah melihat peluang kolaborasi yang kuat, termasuk dengan Universitas Al-Azhar sebagai salah satu pusat keilmuan Islam dunia. Ia menilai, kolaborasi tersebut dapat memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik.
Selain itu, terdapat rencana sinergi antara perguruan tinggi di bawah naungan Nahdlatul Ulama dengan Al-Azhar, terutama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga memaparkan konsep pengelolaan masjid di Jawa Timur yang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan edukasi. Berbagai fasilitas inovatif diperkenalkan, mulai dari greenhouse, perpustakaan digital, hingga sarana olahraga berbasis pendidikan Al-Qur’an.
Sementara itu, Wakil Duta Besar Mesir Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi mengapresiasi pengelolaan masjid di Jawa Timur, khususnya Masjid Al-Akbar Surabaya, yang dinilai mampu menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus pelayanan masyarakat secara optimal. JR5/tar
