Surabaya, JatimReview.Com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat sebanyak 371.598 tiket kereta api untuk masa Angkutan Lebaran 2026 telah terjual dari total kapasitas 561.528 tempat duduk yang disediakan.
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan angka tersebut setara dengan sekitar 66 persen dari total kursi yang tersedia selama periode angkutan Lebaran.
“Sudah sekitar 66 persen tiket terjual, yakni 371.598 tiket dari total 561.528 tempat duduk yang kami siapkan,” kata Mahendro, Minggu (15/3).

Menurut dia, angka penjualan tiket diperkirakan masih akan terus meningkat menjelang puncak arus mudik Lebaran yang diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, jumlah penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 8 Surabaya diperkirakan mencapai sekitar 26.200 orang.
Sementara itu, berdasarkan data sementara hingga Sabtu pukul 10.00 WIB, jumlah penumpang kereta api yang menggunakan layanan di wilayah Daop 8 Surabaya mencapai sekitar 40 ribu orang.
Mahendro menjelaskan dari jumlah tersebut sekitar 20 ribu penumpang tercatat berangkat, sedangkan sekitar 19.500 penumpang tiba di berbagai stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya.
“Data sementara hingga pukul 10.00 WIB tercatat sekitar 40.000 penumpang, terdiri dari 20.000 penumpang berangkat dan sekitar 19.500 penumpang tiba di stasiun wilayah Daop 8 Surabaya,” ujarnya.
Pergerakan penumpang di Stasiun Surabaya Gubeng juga terpantau cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Dalam satu hari, jumlah penumpang yang berangkat dari stasiun tersebut mencapai sekitar 9.000 orang.
Namun pada hari ini, jumlah keberangkatan diperkirakan berada di kisaran 7.000 hingga 8.000 penumpang.
Adapun tujuan perjalanan yang paling banyak diminati penumpang dari wilayah Surabaya dan sekitarnya masih didominasi kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Yogyakarta, Semarang, dan Bandung. Selain itu, Banyuwangi juga menjadi salah satu tujuan yang cukup banyak dipilih penumpang.
Di sisi lain, KAI Daop 8 Surabaya juga memastikan kesiapan operasional perjalanan kereta api tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang dinamis.
Mahendro mengatakan pihaknya menjalin koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca, sekaligus menyiagakan petugas di sejumlah titik rawan seperti daerah longsor, banjir, dan tanah labil.
“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca yang berubah-ubah, sekaligus menyiagakan petugas selama 24 jam di sejumlah titik rawan seperti longsor, banjir, maupun tanah labil,” kata Mahendro. JR5
