Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sosial dan tali asih senilai Rp7,6 miliar kepada masyarakat Kabupaten Gresik sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial serta menopang perekonomian kelompok rentan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rangkaian program Sapa Bansos Amaliyah Ramadan yang digelar pemerintah provinsi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Ini merupakan pelaksanaan Sapa Bansos Amaliyah Ramadan yang ke-15. Kami berharap seluruh bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran dan dimanfaatkan dengan baik oleh penerima,” kata Khofifah.

Ia menjelaskan, sebagian bantuan ditujukan untuk memperkuat modal usaha masyarakat, sementara sebagian lainnya diberikan sebagai bantuan sosial bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp7.607.800.000. Bantuan tersebut berasal dari beberapa sumber, di antaranya Dinas Sosial Jawa Timur sebesar Rp3.445.900.000, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Timur Rp736.900.000, bantuan keuangan desa Rp3.400.000.000, serta kontribusi BUMD Jawa Timur sebesar Rp25.000.000.
Melalui Dinas Sosial Jawa Timur, bantuan antara lain berupa Program Keluarga Harapan (PKH) Plus senilai Rp2.404.000.000 untuk 1.202 keluarga penerima manfaat. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada 116 penerima kategori kemiskinan ekstrem sebesar Rp174.000.000 serta Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) senilai Rp489.600.000 bagi 136 penerima.
Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan Kartu Indonesia Pintar bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Jawara (KIP PPKS Jawara) serta bantuan permakanan untuk lembaga kesejahteraan sosial lanjut usia.
Tidak hanya itu, dukungan operasional juga diberikan kepada para pilar sosial yang selama ini terlibat dalam pelayanan kesejahteraan masyarakat, seperti pendamping PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Sementara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Timur, bantuan disalurkan untuk penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Program Desa Berdaya, Program Jatim Puspa, serta bantuan keuangan khusus bagi kabupaten.
Di samping itu, Pemprov Jatim juga mengalokasikan bantuan keuangan desa sebesar Rp3,4 miliar melalui sejumlah perangkat daerah untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di wilayah tersebut.
Bantuan lain juga berasal dari BUMD Jawa Timur berupa zakat produktif senilai Rp25 juta yang diberikan kepada 50 penerima guna mendukung pengembangan usaha masyarakat.
Selain penyaluran bantuan sosial, Khofifah juga menyerahkan bantuan pembinaan jalan kabupaten berupa 250 drum aspal guna mendukung peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Gresik.
“Seluruh bantuan ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Jawa Timur untuk memastikan masyarakat yang rentan tetap mendapatkan perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat di daerahnya.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Gresik. JR5
