KONI Jatim dan Konjen Jepang bahas peluang kerja sama peningkatan prestasi atlet

Surabaya, JatimReview.Com – Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Jepang melalui Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya guna meningkatkan kualitas pembinaan atlet daerah agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Konsul Muda Konjen Jepang di Surabaya Kaori Morohira menyampaikan pihaknya siap memberikan dukungan teknis dalam pengembangan olahraga di Jawa Timur.

“Kami sedang melakukan survei dan angket untuk memetakan kebutuhan konkret di lapangan, sehingga bentuk dukungan yang diberikan bisa tepat sasaran,” ujarnya, Kamis (5/3).

Ia menjelaskan, hubungan kerja sama di bidang olahraga antara Jepang dan Jawa Timur sebelumnya telah terjalin, salah satunya melalui pengiriman pelatih rugby asal Jepang ke Universitas Negeri Surabaya yang dinilai berhasil mentransfer pengetahuan kepada praktisi olahraga lokal.

Menurut Kaori, Jepang memiliki komunitas olahraga bela diri yang kuat, seperti judo, kendo, karate, hingga aikido, sehingga peluang kolaborasi di bidang tersebut cukup terbuka.

“Kami terbuka untuk komunikasi lebih lanjut mengenai berbagai bentuk kerja sama yang bisa dikembangkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menyambut baik rencana kolaborasi tersebut karena dinilai dapat memperkuat pembinaan sejumlah cabang olahraga di daerah.

Ia menilai beberapa cabang bela diri asal Jepang, seperti judo, karate, dan kempo, masih memerlukan peningkatan prestasi agar mampu bersaing di level internasional.

“Dengan dukungan langsung dari negara asalnya, kami berharap bisa menghadirkan standar pembinaan yang lebih baik sehingga atlet Jawa Timur memiliki daya saing di tingkat dunia,” ujarnya.

Selain cabang bela diri, Nabil mengatakan kerja sama juga berpotensi mencakup olahraga lain seperti panjat tebing, softball, senam, hingga gulat.

Ia menilai kualitas atlet gulat Jawa Timur sudah cukup kompetitif sehingga kolaborasi dengan Jepang diharapkan mampu memperkuat sistem pelatihan yang ada, sementara cabang olahraga lain masih memerlukan dukungan peralatan modern serta metode latihan terbaru.

Terkait mekanisme kerja sama, KONI Jatim mempertimbangkan opsi mendatangkan pelatih dari Jepang ke Surabaya agar dapat melatih lebih banyak atlet sekaligus meningkatkan kapasitas pelatih lokal.

“Kami menilai cara yang paling efektif adalah menghadirkan pelatih Jepang ke sini sehingga proses transfer ilmu bisa dilakukan secara langsung kepada atlet maupun pelatih daerah,” kata Nabil.

Kedua pihak pun sepakat untuk menyiapkan draf kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (MoU) sebagai langkah awal merealisasikan kerja sama tersebut, dengan target implementasi mulai tahun anggaran 2026. JR5

Related posts