Surabaya, JatimReview.Com – Perkembangan teknologi di bidang estetika medis semakin memberikan beragam pilihan perawatan kulit wajah. Salah satunya melalui teknologi radiofrequency (RF) generasi terbaru yang menawarkan pendekatan lebih komprehensif untuk mengatasi berbagai permasalahan kulit, mulai dari tekstur tidak merata, bekas jerawat, hingga kulit kendur dan kerutan.
Inovasi tersebut kini dihadirkan Marhava Clinic melalui perangkat teknologi estetika asal Korea Selatan Quaddessy yang dikembangkan oleh Classys bersama Haju Medical.
dr. Aji Bayu Chandra, M.Biomed (AAM), Founder Maharva Clinic menjelaskan bahwa perangkat tersebut memiliki keunggulan karena menggabungkan tiga platform perawatan dalam satu mesin, yakni microneedling radiofrequency, non-needle radiofrequency, dan single-needle radiofrequency.
“Ini merupakan new generation dari teknologi microneedling radiofrequency. Keunggulannya, dalam satu alat terdapat beberapa platform yang bisa digunakan sesuai kebutuhan perawatan kulit pasien,” jelas dr. Aji Bayu saat memperkenalkan teknologi Quadessy, Minggu (1/11).

Salah satu teknologi unggulan yang ditawarkan adalah sistem hybrid radiofrequency. Teknologi ini mengombinasikan bipolar plate untuk memberikan energi panas pada permukaan kulit dengan jarum mikro yang menghantarkan energi radiofrequency ke lapisan kulit lebih dalam.
Menurut dr. Aji Bayu, kombinasi tersebut menjadi pembeda dibandingkan teknologi microneedling radiofrequency konvensional yang lebih mengandalkan jarum untuk menghantarkan energi RF.
“Dengan teknologi hybrid, permukaan kulit terlebih dahulu mendapatkan energi dari bipolar plate. Setelah itu, jarum masuk ke lapisan kulit dan kembali menghantarkan energi radiofrequency. Jadi, perawatan dapat menjangkau lapisan kulit yang berbeda dalam satu rangkaian tindakan,” terangnya.
Keunggulan lainnya adalah fitur dual depth, yakni kemampuan mengatur dua kedalaman penetrasi jarum dalam satu kali tembakan. Fitur ini memungkinkan dokter memberikan energi pada kedalaman yang berbeda tanpa harus berulang kali mengubah pengaturan mesin.
“Misalnya, tembakan pertama diatur pada kedalaman tertentu, kemudian tembakan berikutnya bisa langsung pada kedalaman berbeda. Hal ini membuat proses perawatan lebih efisien dibandingkan mesin yang mengharuskan pengaturan ulang setiap kali mengganti kedalaman,” tambahnya.
Dari sisi waktu, prosedur perawatan membutuhkan sekitar 40 menit untuk proses anestesi dan 20–30 menit untuk tindakan. Dengan demikian, keseluruhan proses diperkirakan berlangsung sekitar 60–70 menit.
Untuk mendapatkan hasil optimal, khususnya dalam memperbaiki tekstur kulit (skin texture improvement), dr. Aji Bayu menyarankan rangkaian awal minimal tiga kali perawatan dengan interval sekitar empat hingga delapan minggu.
Setelah rangkaian tersebut, pasien dapat menjalani perawatan pemeliharaan atau maintenance dengan frekuensi yang lebih jarang, misalnya setiap tiga hingga empat bulan atau enam bulan sekali, sesuai kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing.
Teknologi ini juga dapat digunakan untuk menangani berbagai permasalahan kulit pada kelompok usia yang beragam. Beberapa indikasinya antara lain tekstur kulit tidak merata, bopeng bekas jerawat, bekas luka (scar), kulit kendur, serta kerutan.
“Pada dasarnya tidak ada batasan usia tertentu. Yang menjadi pertimbangan adalah kondisi kulit dan permasalahan yang ingin diperbaiki. Misalnya, pasien yang memiliki bekas jerawat atau masalah tekstur kulit dapat berkonsultasi untuk mengetahui apakah perawatan ini sesuai kebutuhannya,” ungkapnya.
Meski menawarkan sejumlah keunggulan teknologi, dr. Aji Bayu menegaskan bahwa tindakan estetika tetap perlu didahului konsultasi dan pemeriksaan kondisi kulit oleh dokter. Pengaturan kedalaman serta energi harus disesuaikan dengan karakteristik kulit dan tujuan perawatan setiap pasien.
Kehadiran teknologi radiofrequency generasi terbaru ini menjadi salah satu langkah Marhava Clinic dalam menghadirkan inovasi perawatan estetika medis. Dengan menggabungkan beberapa platform teknologi dalam satu perangkat, perawatan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah, efisien, dan sesuai kebutuhan pasien.
Bagi masyarakat yang ingin memperbaiki kualitas dan tekstur kulit wajah, teknologi ini dapat menjadi salah satu pilihan yang dikonsultasikan bersama dokter untuk menentukan jenis perawatan yang tepat. jr1/dan
