Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tengah musim kemarau panjang.
Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga bahkan rela datang dan mengantre sejak pagi untuk mendapatkan sejumlah komoditas pangan, khususnya beras SPHP dan MinyaKita.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, pelaksanaan GPM menjadi salah satu langkah pemerintah kota untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi.
“Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Warga rela mengantre sejak pagi untuk mendapatkan berbagai komoditas pangan berkualitas dengan harga miring, terutama beras SPHP dan MinyaKita,” katanya, Rabu.

Menurutnya, pelaksanaan GPM tidak hanya mengandalkan pasokan dari Badan Urusan Logistik (Bulog), tetapi juga melibatkan pelaku usaha dan kelompok tani lokal. Sehingga kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperluas pemasaran produk hasil pertanian masyarakat.
“Alhamdulillah antusiasme warga tinggi sekali di wilayah ini. Lewat GPM, kita ingin membangkitkan ekonomi masyarakat dengan membawa produk dari kelompok tani lokal seperti Poktan Dorang Cinta, Poktan Kampung Kawak, Poktan Kedung Doro untuk menunjukkan hasil produk mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah komoditas yang disediakan dalam GPM antara lain 200 sak beras SPHP kemasan lima kilogram dengan harga Rp58 ribu dan 75 sak beras premium Jempol Tani kemasan lima kilogram seharga Rp74.500.
Selain itu tersedia 360 liter MinyaKita dengan harga Rp15.500 per liter, minyak Rosebrand dan Fortune masing-masing sebanyak 120 liter, serta gula Rosebrand sebanyak 240 kilogram.
Untuk komoditas lainnya, masyarakat dapat membeli gula Kebon Agung sebanyak 240 kilogram dengan harga Rp17 ribu per kilogram dan telur ayam ras produksi PT Surya Kreasi Pangan seharga Rp23 ribu per kilogram.
Pemerintah kota juga menyediakan daging sapi dan produk olahan dari PD Rumah Potong Hewan (RPH), daging ayam ras dari PT Primafood International, serta 100 pak telur ayam hasil program padat karya pemberdayaan keluarga miskin.
Nanik menambahkan, sejumlah pangan segar juga menjadi incaran masyarakat. Produk perikanan dan telur ayam ras bahkan disebut habis terjual sejak awal pelaksanaan kegiatan.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, GPM juga menghadirkan hasil pertanian kelompok tani di sekitar Surabaya. Produk tersebut antara lain bayam Brazil dan sawi samhong dari Poktan Dorang Cinta, kangkung dan bayam dari Poktan Kampung Kawak, bawang dari Poktan Kedung Doro, serta bunga kol dan jagung dari MBR Jambangan.
“Upaya ini kami lakukan untuk menekan angka inflasi di Kota Surabaya agar harga pangan tidak melambung tinggi. Contohnya cabai yang harganya melonjak di pasar, di sini kami jual murah agar masyarakat bisa mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau,” katanya.
Ia menyebut intervensi pasar melalui GPM dilakukan secara rutin di 31 kecamatan di Kota Surabaya. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga lebih rendah. jr5/zal
