Surabaya, JatimReview.Com – Pengembang properti Royal Residence Surabaya meluncurkan dua tipe hunian baru, Meredith dan Maeva, di cluster Organica untuk memperkuat penetrasi pasar premium. Kedua tipe tersebut mengusung perpaduan gaya American Style dan konsep rumah resort yang dirancang mengikuti perkembangan kebutuhan keluarga modern.
Peluncuran produk baru ini dilakukan di tengah pasar properti yang masih berfluktuasi hingga triwulan III 2026. Meski demikian, Royal Residence menilai segmen hunian kelas atas masih memiliki prospek karena relatif lebih stabil dibandingkan segmen menengah.
Direktur Utama Royal Residence Surabaya, Lodewyk Wattimena, mengatakan ketidakpastian ekonomi dan politik menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian konsumen menunda keputusan pembelian properti.
“Kondisi pasar properti masih belum stabil. Bukan karena daya beli. Tapi karena situasi ekonomi dan politik yang membuat orang cenderung menahan diri untuk membeli,” ujar Lodewyk saat meninjau rumah contoh Royal Residence Surabaya, Minggu (11/10).

Menurut dia, karakter pasar premium berbeda dengan segmen menengah. Konsumen kelas atas yang memiliki kesiapan finansial relatif lebih leluasa merealisasikan rencana pembelian hunian, sedangkan konsumen menengah cenderung lebih berhati-hati dalam mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kemampuan pembiayaan.
Pertimbangan tersebut menjadi salah satu alasan Royal Residence tetap mengembangkan produk baru untuk segmen premium. Perusahaan melihat masih terdapat ceruk pasar bagi hunian dengan desain eksklusif, ukuran luas, serta fasilitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penghuni.
“Di segmen premium, pasarnya cenderung stabil. Karena secara finansial mereka tidak terpengaruh situasi ekonomi. Namun, di segmen menengah itu yang paling terdampak. Sebab itu, kami berani merilis kembali tipe baru karena ceruk pasarnya terbuka,” katanya.
Cluster Organica dikembangkan dengan konsep terbatas dan eksklusif yang terbagi dalam tiga subcluster, yakni Peanut A, Peanut B, dan Peanut. Pada tahap awal, pengembangan difokuskan pada Peanut A dengan total 25 unit. Sekitar 50 persen unit di subcluster tersebut telah terjual, dengan harga berkisar Rp4,7 miliar hingga Rp7,9 miliar.
Royal Residence juga memberikan pilihan fasilitas tambahan sesuai preferensi konsumen, antara lain kolam renang dan ruang attic. Opsi tersebut memungkinkan pembeli menyesuaikan hunian dengan kebutuhan serta gaya hidup keluarga.
Marketing Manager Royal Residence, Dina, menjelaskan Meredith dan Maeva hadir untuk melengkapi dua tipe sebelumnya, yakni Marella dan Margaret. Sejumlah unit telah dibangun, bahkan beberapa di antaranya sudah diserahterimakan kepada konsumen.
Menurut Dina, pengembangan dua tipe baru tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap produk sebelumnya sekaligus penyesuaian dengan masukan pasar. Perubahan mencakup tata letak ruang, tampilan fasad, luas bangunan, serta penambahan kamar mandi dalam di setiap kamar tidur.
Meredith dan Maeva mengusung gaya American Style dengan sentuhan arsitektur resort. Konsep ini dirancang untuk menghadirkan suasana hunian yang nyaman sekaligus memberikan pilihan desain yang lebih beragam bagi konsumen premium.
Salah satu pembeda dari tipe sebelumnya terletak pada akses masuk rumah. Jika Marella dan Margaret menggunakan akses samping untuk memperkuat kesan privat seperti resort, Meredith dan Maeva menghadirkan pintu masuk dari bagian depan.
Pendekatan tersebut memberikan alternatif bagi konsumen yang menyukai tampilan rumah lebih konvensional, tetapi tetap menginginkan karakter eksklusif dan kenyamanan hunian premium.
Dari sisi ukuran, kedua tipe baru tersebut menawarkan bangunan yang lebih luas. Jika produk sebelumnya memiliki luas bangunan 200 meter persegi dan 300 meter persegi, Meredith dan Maeva hadir dengan pilihan luas masing-masing 280 meter persegi dan 400 meter persegi.
Harga hunian ditawarkan mulai Rp4,7 miliar hingga Rp7,9 miliar, bergantung pada luas tanah, ukuran bangunan, dan fasilitas tambahan yang dipilih konsumen.
Untuk menunjang gaya hidup penghuni, Royal Residence juga memperhatikan aspek lingkungan dengan mempertahankan kawasan hijau yang ditumbuhi beragam pohon berukuran besar. Selain itu, hunian dilengkapi sambungan untuk pengisian daya kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) charging seiring meningkatnya minat terhadap mobil listrik di kalangan konsumen premium.
Dari sisi pemasaran, Royal Residence menghadirkan sejumlah penawaran khusus selama Oktober 2026. Program tersebut meliputi insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP), diskon Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) hingga 45 persen, serta potongan harga hingga Rp300 juta.
Lodewyk optimistis kombinasi produk baru, konsep hunian yang mengikuti kebutuhan pasar, dan program promosi tersebut dapat mendukung pencapaian target penjualan perusahaan hingga akhir 2026.
“Kami optimistis, dengan gimmick ini, target penjualan sampai akhir tahun akan tercapai,” tutupnya. jr5/zal
