Jatim Perkuat Peran sebagai Pusat Manufaktur dan Gateway Indonesia Timur

Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat posisi daerah sebagai pusat manufaktur sekaligus pintu gerbang logistik menuju kawasan Indonesia Timur.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan besarnya nilai impor Jawa Timur tidak sepenuhnya mencerminkan tingginya ketergantungan terhadap produk jadi dari luar negeri.

Menurutnya, sebagian besar komoditas yang masuk ke Jawa Timur justru merupakan kebutuhan industri seperti mesin, baja, plastik, bahan baku, serta berbagai material yang selanjutnya diproses oleh industri di dalam daerah.

“Jadi bukan diimpor barang jadi, tapi raw material kemudian diolah di pabrik-pabrik kita dan dijual di seluruh wilayah Indonesia. Jadi kita bisa dibilang menjadi manufacturing import gateway Jawa Timur,” ujar Emil, Jumat (2/10).

Ia menyebut nilai impor Jawa Timur mencapai sekitar 19,52 miliar dolar AS. Arus impor tersebut, kata dia, perlu dilihat sebagai bagian dari rantai produksi industri karena bahan baku yang masuk kemudian menghasilkan produk bernilai tambah.

Produk hasil pengolahan industri Jawa Timur selanjutnya tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga berpotensi dipasarkan ke pasar ekspor.

Emil menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa kelancaran arus barang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing investasi dan industri di Jawa Timur.

“Jadi ketika kita bicara investasi, kemudahan arus barang masuk dan keluar juga menjadi bagian yang sangat penting,” katanya.

Selain sektor manufaktur, Emil menilai posisi geografis Jawa Timur memberikan keuntungan dalam mendukung distribusi logistik ke wilayah Indonesia Timur.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki peran strategis dalam jaringan logistik nasional. Sebanyak 24 dari 41 rute Tol Laut disebut berkaitan dengan konektivitas wilayah tersebut.

Karena itu, pembangunan infrastruktur konektivitas, mulai jalan, pelabuhan, bandara hingga jalur penyeberangan, perlu terus diperkuat untuk memastikan distribusi barang berjalan efisien.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat akses menuju kawasan timur Jawa Timur, termasuk percepatan konektivitas jalan tol menuju Probolinggo, Paiton hingga Situbondo.

Di sisi lain, peningkatan kapasitas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk juga dinilai penting untuk menjaga kelancaran mobilitas barang dan orang antara Jawa dan Bali.

“Ini adalah contoh-contoh bagaimana fungsionalitas pemerintah dalam mendukung kelancaran logistik sebagai bagian dari ekosistem dunia usaha,” ujar Emil.

Emil menambahkan, penguatan konektivitas tersebut menjadi bagian dari strategi menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Menurut dia, Jawa Timur memang telah lama menjalankan fungsi sebagai gateway, tetapi perubahan ekonomi global dan perkembangan kawasan membuat persaingan antardaerah semakin ketat.

Sejumlah provinsi di luar Jawa kini mulai membangun kawasan industri dan infrastruktur pendukung untuk menarik investasi.

“Jawa Timur telah menjadi gerbang, telah menjadi gateway. Namun kita sadar bahwa the world is rapidly changing. Provinsi-provinsi yang ada di luar Jawa ini juga ingin mengembangkan industrinya masing-masing,” katanya.

Untuk mempertahankan keunggulan tersebut, Jawa Timur dinilai tidak cukup hanya mengandalkan posisi geografis. Daerah harus menyediakan ekosistem investasi yang terintegrasi, mulai kawasan industri, tenaga kerja, pasar, bahan baku, konektivitas, pelabuhan, bandara, kepastian tata ruang hingga kemudahan perizinan.

Emil mengatakan keunggulan Jawa Timur ke depan akan ditentukan oleh kemampuan menghubungkan seluruh elemen tersebut dalam satu rantai nilai ekonomi.

Dengan demikian, pengembangan investasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan nilai penanaman modal, tetapi juga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, memperluas lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah komoditas, serta memperkuat posisi Jawa Timur sebagai basis manufaktur dan gerbang logistik menuju Indonesia Timur.

“Opportunity-nya tersebar di seluruh penjuru Jawa Timur,” kata Emil. jr1/dan

Related posts