Jatim Raih Penghargaan Jasa Bakti Koperasi, Jumlah Koperasi Aktif Capai 28.898

Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mendapat apresiasi atas komitmennya dalam mengembangkan koperasi sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara.

Penghargaan tersebut diberikan Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono dalam ajang Koperasi Award 2026. Penghargaan berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi RI Nomor 25 Tahun 2026 itu diterima Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa yang mewakili Khofifah.

Khofifah mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama dalam mempertahankan semangat gotong royong yang menjadi fondasi koperasi, sekaligus memperkuat perannya hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.

“Alhamdulillah penghargaan ini merupakan hasil ikhtiar bersama dalam merawat dan meningkatkan semangat kegotongroyongan khas koperasi di masyarakat khususnya hingga level terbawah,” kata Khofifah dalam keterangannya, Sabtu.

Menurut dia, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga menjadi instrumen untuk membangun perekonomian berbasis kebersamaan. Karena itu, pengelolaan koperasi harus terus diperkuat agar mampu menghadapi perubahan dan tantangan ekonomi.

Khofifah menekankan pentingnya penerapan tata kelola yang profesional, transparan dan akuntabel. Di saat yang sama, koperasi juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar semakin kompetitif dan mampu memberikan manfaat lebih besar kepada anggotanya.

Saat ini, Jawa Timur tercatat memiliki 28.898 koperasi aktif atau menjadi provinsi dengan jumlah koperasi aktif terbanyak di Indonesia. Pemprov Jatim juga terus mendorong kolaborasi antara koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta sektor perbankan guna memperluas akses pembiayaan dan pemasaran.

Dukungan juga diberikan terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga kini, sebanyak 8.494 KDKMP telah terbentuk di Jawa Timur.

Per akhir Juni 2026, tercatat 1.094 koperasi telah mulai beroperasi dengan dukungan 1.382 gerai. Gerai tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari penyediaan sembako, kefarmasian, klinik kesehatan, logistik, pergudangan hingga layanan simpan pinjam.

Sementara transaksi yang tercatat melalui Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) telah mencapai sekitar Rp70 miliar.

Khofifah mengatakan penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

“Yang terpenting adalah bagaimana menggerakkan perekonomian masyarakat dari bawah ke atas. Jangan hanya di atas tapi tidak tembus ke bawah. Sektor informal kita adalah penyumbang terbesar dalam PDRB,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Koperasi Ferry Juliantono memberikan apresiasi kepada para tokoh, insan koperasi dan kepala daerah yang dinilai konsisten mendorong koperasi agar terus berkembang serta mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Ferry mengajak seluruh pihak menjadikan koperasi sebagai wadah kemitraan untuk memperkuat perekonomian masyarakat secara inklusif.

“Di momen ini kami mengajak seluruh hadirin untuk meneladani semangat kemitraan yaitu yang kuat membantu yang lemah, dan yang besar memperkuat yang kecil. Agar kemajuan ekonomi dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya. jr/dip

Related posts