Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Kota Surabaya menggelar Lomba Kampung Pancasila pada September hingga Desember 2026 sebagai upaya mendorong penguatan lingkungan dan kehidupan masyarakat di tingkat rukun warga (RW).
Ketua Satuan Tugas Kampung Pancasila sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Irvan Widyanto di Surabaya, Selasa, mengatakan seluruh RW di Kota Surabaya diharapkan ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut bersama seluruh RT yang berada di wilayah masing-masing.
Menurut Irvan, penilaian Lomba Kampung Pancasila akan mengacu pada empat pilar utama, yakni lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, serta sosial budaya.
Pada aspek lingkungan, salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah pengelolaan dan pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Setiap rumah tangga diharapkan telah melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang.
“Artinya, dari rumah tangga itu sudah diharapkan setiap rumah tangga yang ada di masing-masing warga di level RT maupun RW sudah melakukan pemilahan,” ujarnya.

Sementara itu, aspek kemasyarakatan akan menilai berbagai upaya warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Hal tersebut antara lain mencakup pelaksanaan jadwal keamanan, pemanfaatan kamera pengawas atau CCTV, serta upaya menciptakan lingkungan yang terbebas dari pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Untuk pilar ekonomi, Pemkot Surabaya akan melihat tingkat kepedulian dan kemandirian ekonomi masyarakat. Peran warga dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui donasi maupun dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu indikator yang diperhatikan.
“Artinya, di level RT dan RW bagaimana warga yang mampu bisa membantu warga yang kurang mampu, itu filosofinya, sampai pelaku UMKM dan lain sebagainya,” kata Irvan.
Adapun pilar sosial budaya mencakup perhatian masyarakat terhadap sektor kesehatan dan pendidikan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberadaan serta penanganan anak putus sekolah di lingkungan masing-masing.
“Di pilar sosial budaya, ini terkait dengan kesehatan, terkait juga dengan pendidikan dan sampai (perhatian) pada anak putus sekolah dan lain sebagainya,” ujarnya.
Irvan berharap pelaksanaan lomba tersebut dapat diikuti seluruh RW yang tersebar di 153 kelurahan di Kota Surabaya. Setiap RW yang mendaftar juga diwajibkan melibatkan seluruh RT yang berada di dalam wilayahnya.
“Diharapkan peserta nantinya diikuti oleh seluruh RW di 153 kelurahan dan seluruh RW wajib daftar dengan seluruh RT yang ada di dalam RW itu,” tuturnya. jr7/tar
