Sidoarjo, JatimReview.Com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Surabaya terus melakukan inovasi layanan keimigrasian dengan menerapkan sistem Corridor Gate di Debarkasi Surabaya yang berada di Asrama Haji Surabaya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, mengatakan inovasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian bagi jamaah haji yang kembali ke Tanah Air.
Sistem Corridor Gate merupakan yang pertama diterapkan di Jatim dalam pelayanan pemulangan jamaah haji. Melalui sistem ini, proses pemeriksaan dilakukan dengan alur yang lebih terintegrasi sehingga mampu mempercepat arus kedatangan jamaah sekaligus menjaga fungsi pengawasan keimigrasian.
“Penerapan Corridor Gate menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang profesional, adaptif, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya jamaah haji,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Senin.

Dengan konsep pemeriksaan berbasis koridor, pergerakan jamaah dari area kedatangan menuju proses selanjutnya dapat berlangsung lebih tertib dan lancar. Sistem tersebut juga dinilai efektif mengurangi kepadatan antrean saat pemulangan jamaah dalam jumlah besar.
Selain inovasi pada proses debarkasi, layanan keimigrasian bagi jamaah haji tahun ini juga diperkuat melalui penerapan program Makkah Route di Bandara Internasional Juanda.
Program tersebut memungkinkan seluruh proses pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi diselesaikan sejak jamaah masih di Indonesia. Setibanya di Arab Saudi, jamaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan dokumen dan imigrasi sehingga lebih nyaman dan efisien.
Agus menjelaskan bahwa penerapan Makkah Route dan Corridor Gate merupakan hasil sinergi berbagai instansi dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang semakin modern dan berkualitas.
Ia menilai kedua inovasi tersebut tidak hanya mempercepat proses administrasi perjalanan, tetapi juga memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi jamaah sejak keberangkatan hingga kepulangan.
Menurut Agus, langkah tersebut sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto serta Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko untuk terus mendorong transformasi layanan keimigrasian yang modern, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui semangat Imigrasi untuk Rakyat. jr5
