Batu, JatimReview.Com – Tingkat hunian hotel di Kota Batu, Jawa Timur, mengalami peningkatan signifikan selama libur Waisak 2026 yang bertepatan dengan akhir pekan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu mencatat okupansi hotel mencapai sekitar 80 persen.
Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Haryadi, mengatakan tingginya tingkat hunian tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan perhotelan di daerah setempat.
“Alhamdulillah okupansi hotel cukup tinggi. Perhitungan sementara pada Sabtu dan Minggu sudah mencapai sekitar 80 persen,” ujar Sujud, Minggu.

Menurut Sujud, capaian tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tingkat okupansi saat libur Idul Adha yang berada di kisaran 60 persen. Sementara pada hari-hari biasa atau di luar musim liburan, tingkat hunian hotel rata-rata hanya berkisar antara 30 hingga 60 persen.
Ia menjelaskan, momentum libur panjang yang bertepatan dengan akhir pekan mendorong banyak wisatawan memilih Kota Batu sebagai tujuan berlibur sekaligus menginap bersama keluarga.
Berbeda dengan libur Idul Adha yang lebih banyak dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan keagamaan dan pelaksanaan kurban, libur Waisak kali ini mendorong peningkatan mobilitas wisatawan ke berbagai destinasi.
PHRI Kota Batu bahkan optimistis tingkat okupansi hotel masih berpotensi meningkat hingga mendekati 90 persen mengingat masa liburan masih berlangsung hingga Senin.
Selain faktor libur panjang, tingginya kunjungan wisatawan juga didukung oleh beragam destinasi unggulan yang dimiliki Kota Batu. Mulai dari wisata alam, taman rekreasi, hingga wisata edukasi menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Sujud menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, pelaku usaha wisata, hotel, restoran, UMKM, hingga pedagang kecil yang bersama-sama membangun ekosistem pariwisata yang kondusif dan terintegrasi.
Meski kondisi kunjungan wisatawan menunjukkan tren positif, pihaknya tetap mendorong berbagai upaya promosi guna menjaga daya saing pariwisata Kota Batu di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian global.
“Salah satu strategi yang terus dikembangkan adalah penyusunan paket wisata terpadu atau bundling layanan yang melibatkan berbagai pelaku usaha pariwisata sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi wisatawan sekaligus memperkuat promosi destinasi Kota Batu,” tutupnya. jr7
