Surabaya, JatimReview.Com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali meraih empat penghargaan nasional bidang kearsipan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai bentuk pengakuan atas penguatan tata kelola arsip dan transformasi digital di daerah tersebut.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang selama ini berkomitmen memperkuat sistem kearsipan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Penghargaan ini bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan buah sinergi perangkat daerah, para arsiparis, serta seluruh mitra strategis yang terus mendukung penguatan tata kelola kearsipan di Jawa Timur,” kata Khofifah dalam keterangannya, Jumat.

Empat penghargaan yang diterima Jatim meliputi Simpul Jaringan Terbaik Nasional Tahun 2026, penghargaan Simpul Jaringan Terbaik Nasional lima tahun berturut-turut, predikat AA atau Sangat Memuaskan dalam Pengawasan Kearsipan Nasional, serta Anugerah Memori Kolektif Bangsa (MKB) untuk Arsip Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) periode 1931–1995.
Khofifah menuturkan capaian Simpul Jaringan Terbaik Nasional tahun ini menjadi penghargaan kelima yang diraih Jawa Timur setelah sebelumnya diperoleh pada 2021, 2022, 2024, dan 2025.
Menurut dia, konsistensi tersebut menunjukkan tata kelola arsip di Jawa Timur terus berkembang dan mampu mengikuti kebutuhan transformasi digital pemerintahan.
“Arsip saat ini bukan lagi sekadar kumpulan dokumen, tetapi telah menjadi sumber data penting untuk mendukung pelayanan publik, keterbukaan informasi, hingga penyusunan kebijakan yang tepat,” ujarnya.
Pemprov Jawa Timur terus memperkuat sistem digitalisasi arsip melalui penerapan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) dan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE), disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia bidang kearsipan.
Upaya tersebut turut mengantarkan Jawa Timur mempertahankan predikat AA dalam pengawasan kearsipan nasional yang dilakukan ANRI.
Selain itu, penghargaan Memori Kolektif Bangsa diberikan atas keberhasilan penyelamatan dan pengusulan arsip GKJW hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan GKJW.
Khofifah menyebut arsip GKJW memiliki nilai sejarah penting karena merekam perjalanan toleransi, akulturasi budaya, hingga kontribusi masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan gerakan sosial di Jawa Timur. jr5
