Sidoarjo, JatimReview.Com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berhasil mencegah keberangkatan 18 calon jamaah haji nonprosedural selama periode awal musim haji 2026 melalui pengawasan di jalur keberangkatan internasional.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Agus Winarto mengatakan, para calon jamaah tersebut diketahui mencoba berangkat ke Arab Saudi menggunakan berbagai modus agar lolos pemeriksaan petugas.
“Modus yang digunakan beragam, mulai dari berpura-pura melakukan perjalanan wisata hingga mengaku akan kembali bekerja di Arab Saudi menggunakan visa kerja,” ujar Agus dalam keterangannya, Senin (18/5).

Ia menjelaskan, penggagalan dilakukan selama periode 1 hingga 8 Mei 2026 terhadap 18 warga negara Indonesia yang terdiri atas delapan laki-laki dan sepuluh perempuan.
Menurut Agus, para calon haji nonprosedural itu berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Bangkalan, Sampang, Semarang, Gunungkidul, Bone, Banjarmasin, hingga Kuala Kapuas.
Dari hasil pemeriksaan, para calon jamaah diketahui telah membayar biaya keberangkatan antara Rp200 juta hingga Rp290 juta kepada pihak tertentu yang menawarkan pengurusan perjalanan haji di luar jalur resmi.
“Biaya tersebut mencakup tiket perjalanan, hotel, visa, dan kebutuhan lainnya,” katanya.
Selain itu, satu orang di antaranya juga terdeteksi masuk dalam kategori Subject of Interest (SOI) atau pihak yang memerlukan perhatian khusus dalam pengawasan keimigrasian.
Agus menegaskan pihak Imigrasi Surabaya akan terus memperkuat pengawasan bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Kementerian Agama, otoritas bandara, Pemerintah Arab Saudi, serta instansi terkait lainnya guna mencegah praktik haji nonprosedural.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran perjalanan haji ilegal yang menjanjikan keberangkatan cepat tanpa prosedur resmi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur resmi karena praktik nonprosedural berisiko menimbulkan kerugian finansial maupun persoalan hukum di negara tujuan,” ujarnya.
Di sisi lain, Agus menyebut pelaksanaan layanan Makkah Route selama musim haji 2026 berjalan lancar dan membantu mempercepat proses keberangkatan jamaah.
Sejak keberangkatan Kloter 1 pada 22 April hingga Kloter 99 pada 17 Mei 2026, sebanyak 37.179 calon jamaah haji telah diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya menuju Arab Saudi.
“Seluruh proses pelayanan berjalan aman, tertib, dan lancar,” kata Agus. jr7
