Apkrindo Jatim Gandeng ARETE Tingkatkan Standarisasi Kompetensi Pekerja F&B

Surabaya, JatimReview.Com – Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur menjalin kerja sama dengan ARETE Center of Excellence untuk meningkatkan kompetensi dan standarisasi tenaga kerja di sektor food and beverage (F&B), khususnya di restoran dan kafe.

Ketua Umum Apkrindo Jatim Fery Setyawan mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di industri F&B yang terus berkembang di Jawa Timur.

Menurut dia, masih banyak tenaga kerja di sektor tersebut yang memiliki potensi namun belum sepenuhnya memenuhi standar industri, sehingga tingkat pergantian karyawan (turnover) di sejumlah usaha restoran dan kafe relatif tinggi.

“Sebagai pelaku industri F&B, kami juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Surabaya, untuk ikut menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin,” kata Fery di Surabaya, Senin (9/3).

Fery menjelaskan selama ini Apkrindo Jatim telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya, khususnya melalui Dinas Tenaga Kerja, dalam upaya membuka peluang kerja bagi masyarakat. Namun, peningkatan kualitas dan standarisasi kompetensi tetap menjadi tantangan yang perlu diselesaikan bersama.

Melalui kerja sama dengan ARETE Center of Excellence, diharapkan para pekerja yang telah mengikuti pelatihan dapat langsung terjun ke industri F&B dengan kompetensi yang lebih terukur dan profesional.

Ia juga menilai langkah tersebut penting mengingat industri restoran dan kafe di Jawa Timur terus berkembang pesat. Saat ini Apkrindo Jatim memiliki sekitar 500 anggota pengusaha dengan total sekitar 15.000 outlet yang menyerap kurang lebih 200 ribu tenaga kerja.

“Industri F&B ini termasuk sektor padat karya. Dengan adanya standarisasi kompetensi yang lebih jelas, diharapkan kualitas pekerja semakin meningkat dan mampu memenuhi indikator kinerja yang diterapkan oleh masing-masing pelaku usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Profesional Trainer and Coach ARETE Peggy Putri mengatakan kerja sama tersebut bertujuan menyusun standar kompetensi pekerja F&B yang lebih terstruktur, mulai dari level staf hingga manajer.

Menurut dia, setiap restoran dan kafe memiliki karakter layanan dan produk yang berbeda, sehingga diperlukan sistem standarisasi yang dapat mengakomodasi perbedaan tersebut, serupa dengan sistem klasifikasi pada industri perhotelan.

“Di perhotelan sudah ada standar mulai dari bintang satu hingga bintang lima atau enam. Restoran dan kafe juga memiliki level yang beragam, sehingga kompetensi pekerja perlu disesuaikan dengan level industri dan jabatannya,” kata Peggy.

Ia menambahkan program standarisasi ini pertama kali dikembangkan di Jawa Timur karena ekosistem industri F&B di daerah tersebut dinilai sudah berkembang dengan baik serta mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

Dalam program tersebut, pelatihan bagi pekerja tingkat dasar akan berlangsung selama dua hari, sementara supervisor mengikuti pelatihan hingga empat hari. Untuk level manajer, materi pelatihan akan lebih mendalam dengan sejumlah tugas dan evaluasi tambahan.

Peggy menegaskan peserta pelatihan diharapkan sudah memiliki pengetahuan dasar di bidang F&B. Untuk level staf minimal merupakan lulusan SMK atau pendidikan vokasi di bidang tata boga, perhotelan, maupun pariwisata. Sedangkan supervisor disyaratkan memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun, sementara level manajer memerlukan pengalaman dan kompetensi yang lebih kompleks. JR5

Related posts