Surabaya, JatimReview.Com – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya menjajaki peluang kerja sama dengan PMI Kota Surakarta (Solo) melalui konsep sister city atau kota kembar guna memperkuat layanan kemanusiaan di masing-masing daerah.
Gagasan tersebut mengemuka dalam kunjungan jajaran pengurus PMI Surabaya ke markas PMI Kota Surakarta, Selasa, yang disambut oleh Pelaksana Harian Ketua PMI Surakarta Sumartono Hadinoto bersama jajaran pengurus.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak melakukan diskusi dan saling berbagi pengalaman terkait pengelolaan organisasi, pengembangan layanan, serta penguatan fasilitas kesehatan.
Sekretaris PMI Kota Surabaya Muhlas Udin menyampaikan bahwa PMI Surabaya tengah mempersiapkan peningkatan kapasitas layanan melalui pembangunan Unit Laboratorium Donor Darah (UDD) baru di markas PMI Jalan Sumatera, Surabaya.
“Jika tidak ada kendala, pembangunan akan dimulai pada April mendatang. UDD ini dirancang menjadi laboratorium paling lengkap dan modern di Indonesia, dengan target mulai beroperasi awal tahun depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini PMI Surabaya masih menyandang predikat terbaik nasional sebagai pemilik sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
Sementara itu, PMI Kota Surakarta memaparkan keberhasilannya dalam membangun kemandirian keuangan organisasi tanpa bergantung pada dana hibah maupun sumbangan karcis bulan dana.
Pelaksana Harian Ketua PMI Surakarta Sumartono Hadinoto menjelaskan bahwa pendanaan organisasi kini diperoleh melalui dukungan para pengusaha dan donatur.
Sejumlah inovasi yang telah dikembangkan PMI Surakarta antara lain Griya PMI yang terdiri dari Griya Bahagia bagi lansia telantar serta Griya Peduli yang menampung sekitar 110 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Selain itu, PMI Surakarta juga mengelola Politeknik Akbara, hasil transformasi dari Akademi Teknologi Bank Darah, yang memiliki program studi vokasi D4 Manajemen Penanggulangan Bencana dan Bisnis Digital dengan total sekitar 600 lulusan.
“Melihat potensi yang dimiliki PMI Surabaya dan PMI Surakarta, kami mengusulkan kerja sama antarkota melalui skema sister city,” kata Sumartono.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi model sinergi antarkepengurusan PMI di Indonesia dalam meningkatkan pelayanan kemanusiaan yang lebih modern, profesional, dan mandiri. JR5/Ant
