Surabaya, JatimReview.Com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional setelah tiga tim mahasiswanya meraih prestasi di ajang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia Pacific and the Middle East 2026 yang digelar di Qatar, Minggu (25/1).
Tiga tim tersebut yakni Antasena ITS, Sapuangin ITS, dan Nogogeni ITS yang berhasil meraih gelar juara di sejumlah kategori kompetisi kendaraan hemat energi tingkat dunia tersebut.
Prestasi tertinggi dicapai tim Antasena ITS dengan meraih Juara 1 Technical Innovation Award serta Juara 2 kategori Prototype Hydrogen Fuel Cell. Selain itu, Antasena ITS juga terpilih sebagai salah satu dari empat tim terbaik yang lolos ke Shell Eco-Marathon Global Championship 2027 di Goodwood, Inggris.
Non-Technical Manager tim Antasena ITS Damaila Fayza mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk terus mengembangkan inovasi kendaraan berkelanjutan.
“Pencapaian ini mendorong kami untuk terus meningkatkan riset dan inovasi kendaraan ramah lingkungan ke depan,” ujar Damaila dalam keterangan resminya, Senin (26/1).

Sementara itu, tim Nogogeni ITS meraih Juara 2 kategori Urban Concept Battery Electric. Prestasi ini menegaskan konsistensi ITS dalam mengembangkan kendaraan listrik hemat energi yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Divisi Sponsorship dan Public Relations Tim Nogogeni ITS Firmansyah Permadi Rastanto menyatakan capaian tersebut menjadi pemacu untuk terus menyempurnakan teknologi kendaraan listrik yang dikembangkan tim.
Tim Sapuangin ITS juga menorehkan prestasi dengan menyabet Juara 2 kategori Urban Concept Internal Combustion Engine (ICE) serta Juara 2 Technical Innovation Award.
General Manager Tim Sapuangin ITS Candra Ikhsan menilai hasil tersebut menunjukkan daya saing tim dalam mengembangkan inovasi kendaraan hemat energi berbasis teknologi mesin pembakaran internal.
“Capaian ini menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan strategi tim untuk menghadapi ajang Formula SAE tahun ini,” kata Candra.
Shell Eco-Marathon merupakan kompetisi rancang bangun kendaraan hemat energi yang diikuti mahasiswa dari berbagai negara. Ajang ini menguji performa kendaraan melalui penilaian on-track dan off-track yang mencakup efisiensi energi, inovasi teknologi, serta aspek teknis kendaraan sesuai standar internasional. JR7
