Surabaya, JatimReview.Com – Indonesia semakin diperhitungkan sebagai basis produksi dan pengembangan industri brankas berstandar keamanan tinggi untuk pasar global. PT Gunebo Indonesia, bagian dari jaringan manufaktur brankas internasional, memanfaatkan fasilitas produksinya di Cibitung, kawasan Cikarang, untuk memasok kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor ke berbagai negara di Asia Pasifik, Eropa, hingga Timur Tengah.
Presiden Direktur PT Gunebo Indonesia Distribution, Joao Vitorio, mengatakan Indonesia memiliki peran strategis dalam jaringan produksi global perusahaan yang saat ini mengoperasikan tujuh pabrik di berbagai negara. Fasilitas produksi di Cibitung menjadi salah satu andalan untuk memenuhi permintaan brankas dengan tingkat keamanan tinggi di pasar internasional.
“Secara global, kami mempunyai tujuh pabrik di seluruh dunia. Salah satunya yang kami banggakan ada di Cibitung, Cikarang,” ujar Joao saat ditemui di ajang Surabaya International Jewelry Fair 2026, Kamis (15/10).

Menurut dia, sekitar 70% dari produksi Gunebo Indonesia dialokasikan untuk pasar ekspor, sedangkan 30% sisanya dipasarkan di dalam negeri. Produk dari Indonesia dikirim ke sejumlah kawasan, antara lain Eropa, Asia Tenggara, China, dan Timur Tengah, serta menjangkau pasar Australia.
Komposisi tersebut memperlihatkan posisi Indonesia bukan sekadar sebagai pasar bagi produk brankas, melainkan juga sebagai bagian penting dari rantai pasok industri keamanan global. Bahkan, menurut Joao, pasar China turut menyerap produk dari Indonesia, khususnya untuk kebutuhan brankas dengan tingkat keamanan lebih tinggi.
“Untuk China, ada kebutuhan produk dengan tingkat keamanan tinggi yang diambil dari pabrik kami di Indonesia,” katanya.
Gunebo Indonesia menyebut kapasitas produksi fasilitasnya mencapai sekitar 20.000 unit per tahun. Perusahaan juga mengklaim tingkat komponen dalam negeri (TKDN) produknya berada di atas 50%, sehingga aktivitas manufaktur tersebut turut memberikan kontribusi terhadap industri nasional.
Perkuat inovasi dan standar keamanan
Di tengah ekspansi pasar global, Gunebo juga memperkuat inovasi produk untuk menjawab kebutuhan perlindungan aset yang semakin beragam. Hal itu mencakup kebutuhan sektor perbankan, toko emas, pelaku usaha, hingga individu, termasuk kolektor jam tangan dan investor logam mulia.
Sales Director PT Gunebo Indonesia Distribution, Rudy Wijaya, mengatakan perusahaan terus mengembangkan produk dengan spesifikasi keamanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Salah satu produk yang diperkenalkan dalam pameran tersebut adalah brankas dengan klasifikasi keamanan Grade 3 yang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap upaya pembongkaran dan kebakaran.
Produk tersebut juga diklaim memiliki sertifikasi Eropa. Selain tingkat keamanan, desain dan bobot menjadi pertimbangan pengembangan, terutama untuk penggunaan di gedung bertingkat yang membutuhkan perhatian terhadap kapasitas beban lantai.
“Produk ini kami desain khusus, sudah mempunyai sertifikat Eropa, tahan bongkar dan tahan api,” ujar Rudy.
Selain brankas, Gunebo menghadirkan lini produk untuk segmen perhiasan dan kolektor, termasuk seri Regal yang dilengkapi fitur watch winder untuk jam tangan otomatis serta sistem penguncian digital.
Perusahaan juga memperkenalkan Mini Tech, sistem penguncian berbasis one-time password (OTP). Teknologi ini memungkinkan kode akses digunakan satu kali, sekaligus mendukung proses audit akses untuk meningkatkan kontrol keamanan penyimpanan.
Menurut Rudy, pasar brankas kini semakin luas. Jika sebelumnya permintaan banyak berasal dari perbankan dan toko emas, kebutuhan perlindungan aset pribadi mulai menjadi peluang pertumbuhan baru.
“Pasar kami mencakup individu sampai pelaku usaha. Selama ini penyerapan terbesar memang dari perbankan dan toko emas, tetapi sekarang kami juga mulai masuk ke segmen privat, termasuk kolektor jam,” katanya.
Pasar brankas tumbuh seiring kesadaran proteksi aset
Gunebo melihat meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan aset sebagai salah satu pendorong pertumbuhan industri brankas di Indonesia. Rudy memperkirakan tren penjualan brankas nasional meningkat sekitar 10–15% per tahun.
Perkembangan investasi emas fisik juga dinilai membuka peluang pasar baru. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap logam mulia, kebutuhan akan fasilitas penyimpanan yang aman ikut berkembang.
Selain perlindungan terhadap pencurian, penyimpanan aset secara fisik di brankas pribadi dinilai memberikan keleluasaan akses dibandingkan penyimpanan melalui safe deposit box di perbankan, yang mengikuti ketentuan dan jam operasional bank.
Gunebo turut mengembangkan solusi penyimpanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, termasuk fasilitas khusus untuk kebutuhan perlindungan tertentu. Perusahaan juga menawarkan produk dengan rentang harga mulai dari di bawah Rp10 juta, sedangkan produk khusus ditentukan berdasarkan ukuran dan spesifikasi.
Rudy menjelaskan, tampilan fisik brankas yang serupa tidak selalu menunjukkan tingkat perlindungan yang sama. Perbedaan terdapat pada konstruksi, mekanisme penguncian, ketahanan terhadap pembongkaran, serta sertifikasi yang dimiliki.
Gunebo menyebut portofolio produknya mencakup berbagai tingkat keamanan hingga Grade 12, dengan teknologi perlindungan yang dirancang untuk menghadapi ancaman yang lebih berat.
Ke depan, penguatan kapasitas manufaktur, pengembangan teknologi keamanan, dan pemenuhan standar internasional menjadi faktor penting untuk mempertahankan daya saing produk Indonesia di pasar global. jr1/ind
