Sidoarjo, JatimReview.Com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mempercepat normalisasi delapan sungai dan saluran di Kecamatan Candi dan Tanggulangin sebagai langkah antisipasi banjir menjelang musim penghujan.
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengatakan pengerukan dilakukan pada sejumlah saluran yang mengalami pendangkalan dan berpotensi menghambat aliran air ketika debit meningkat akibat hujan deras.
“Sejumlah sungai di dua kecamatan tersebut terjadi pendangkalan dan hari ini kami keruk serta normalisasi,” kata Mimik dalam keterangannya.

Menurut dia, pendangkalan sungai dapat mengurangi kapasitas tampung saluran sehingga meningkatkan risiko terjadinya luapan air. Karena itu, titik-titik yang selama ini rawan banjir menjadi perhatian pemerintah daerah.
Salah satu lokasi yang dinormalisasi adalah Saluran Sekunder Kedunguling di Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi, dengan panjang penanganan sekitar 1,5 kilometer.
Normalisasi dilakukan oleh Satuan Tugas Alat Berat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan alat berat untuk mengangkat sedimentasi yang mengendap di dasar saluran.
Mimik mengatakan pemkab akan terus memantau kondisi saluran dan sungai, termasuk melalui pengecekan langsung ke lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kapasitas aliran tetap terjaga ketika memasuki musim hujan.
“Pemantauan terhadap kondisi sungai akan terus dilakukan melalui inspeksi langsung untuk memastikan pekerjaan normalisasi berjalan baik sebagai salah satu upaya penanggulangan banjir,” ujarnya.
Selain persoalan pendangkalan, Mimik juga menyoroti adanya dugaan pencemaran limbah industri di Saluran Kedunguling. Ia meminta pemerintah desa bersama pihak Kecamatan Candi memberikan teguran kepada pihak yang diduga menyebabkan pencemaran tersebut.
Ia juga mengingatkan pelaku industri untuk mengoptimalkan fungsi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sebelum membuang air limbah ke saluran.
“Pelaku industri harus mengoptimalkan IPAL agar pembuangan limbah tidak mencemari aliran sungai dan mengganggu lingkungan sekitar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUBMSDA Sidoarjo Suprayitno mengatakan pihaknya mengerahkan dua unit ekskavator dalam pekerjaan normalisasi Saluran Sekunder Kedunguling.
Selain saluran tersebut, normalisasi di wilayah Kecamatan Candi mencakup Saluran Afvour Kedunguling di Desa Kedungpeluk, Afvour Link II di Desa Kedungkendo, dan Afvour Link III di Desa Klurak.
Adapun penanganan di Kecamatan Tanggulangin meliputi saluran Gedangrowo, Sekunder Gedangrowo, dan Afvoer Ketapang.
“Normalisasi di Kecamatan Candi dilakukan di Saluran Afvour Kedunguling Desa Kedungpeluk, Afvour Link II Desa Kedungkendo, Afvour Link III Desa Klurak, sedangkan di Tanggulangin meliputi Gedangrowo, Sekunder Gedangrowo dan Afvoer Ketapang,” ujar Suprayitno. jr3/han
