Surabaya, JatimReview.Com – PT Suparma Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kepedulian generasi muda terhadap lingkungan melalui edukasi pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Edukasi Hemat Energi dan Kebersihan Lingkungan” yang digelar di SMAN 17 Surabaya, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur PT Suparma Tbk Mr. Lee, Sustainability Manager PT Suparma Tbk Guritno Wirandoko, Government Relations PT Suparma Tbk Wahyu Kristyawan, Kepala SMAN 17 Surabaya Zaenal Arifin, Ketua Komite SMAN 17 Surabaya Very Rachmawan, jajaran guru, serta para siswa.
Sustainability Manager PT Suparma Tbk Guritno Wirandoko mengatakan, edukasi mengenai pemilahan sampah perlu dilakukan sejak dini agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, sampah tidak seluruhnya merupakan material yang harus dibuang. Sebagian di antaranya masih memiliki nilai guna dan ekonomi sehingga dapat dimanfaatkan kembali.
“Penerapan ekonomi sirkular tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan. Material yang bernilai dapat dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus membuka peluang ekonomi,” ujar Guritno.

Ia menjelaskan, konsep tersebut juga telah diterapkan dalam aktivitas bisnis PT Suparma Tbk. Sebagai perusahaan yang bergerak di industri kertas dan tisu, Suparma memanfaatkan kertas bekas sebagai salah satu bahan baku produksinya.
Guritno menyebut perusahaan mengolah sekitar 300 ton kertas bekas setiap hari untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku kertas.
Tidak hanya kertas, material plastik dan residu tertentu yang berasal dari proses pemisahan kertas bekas juga dikelola agar tidak seluruhnya berakhir sebagai limbah.
“Kami mengelola sekitar 5-10 ton per hari sampah plastik dan residu yang kemudian dikonversi menjadi energi. Pemanfaatan tersebut dapat menghasilkan energi sekitar 5-10 MW per hari untuk operasional produksi,” katanya.
Melalui program CSR di SMAN 17 Surabaya, Suparma juga memberikan sejumlah fasilitas pendukung pengelolaan lingkungan. Bantuan tersebut berupa tempat sampah terpilah untuk seluruh kelas, dua set alat komposter sampah organik, dispenser tisu berlogo sekolah, serta dukungan revitalisasi lapangan basket dan penataan UMKM kantin.
Edukasi lingkungan juga dikemas secara kreatif. Para siswa diajak mengikuti Green Innovation Challenge dan Video Campaign Ramah Lingkungan untuk menuangkan gagasan mengenai pengelolaan sampah dan gaya hidup ramah lingkungan.
Kepala SMAN 17 Surabaya Zaenal Arifin mengatakan, program tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami bahwa persoalan lingkungan dapat diatasi melalui kreativitas dan inovasi.
“Anak-anak sudah bisa menunjukkan bahwa sesuatu yang menurut orang tidak berguna dapat menjadi sesuatu yang mempunyai nilai tinggi,” ujarnya.
Sejumlah hasil kreativitas siswa ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya meja berbahan barang bekas, tempat ikan dari plastik bekas, sapu dari material yang dimanfaatkan kembali, serta lilin aromaterapi yang dibuat menggunakan minyak jelantah.
Zaenal menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan sebenarnya telah menjadi bagian dari kebiasaan di SMAN 17 Surabaya. Sekolah telah menerapkan pemilahan sampah serta mendorong material yang masih bernilai untuk didaur ulang maupun dimanfaatkan kembali.
Upaya pengurangan sampah plastik juga dilakukan dengan membiasakan siswa dan guru membawa tumbler. Kebijakan tersebut membuat penggunaan botol minuman plastik sekali pakai di lingkungan sekolah turun drastis hingga hampir tidak digunakan.
Menurut Zaenal, pembiasaan tersebut penting karena pendidikan lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui teori, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Kolaborasi antara PT Suparma Tbk dan SMAN 17 Surabaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengenalkan potensi ekonomi dari pengelolaan sampah.
PT Suparma Tbk berharap fasilitas dan berbagai kegiatan kreativitas yang diberikan dapat menciptakan kebiasaan ramah lingkungan yang berkelanjutan, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga terbawa ke rumah dan masyarakat sekitar. jr7/lis
