Proyek Pengendali Banjir Kali Kedurus Dibangun, Royal Residence Optimis Penjualan akan Membaik di Semester II/2026

Surabaya, JatimReview.Com – Pembangunan proyek Pengendali Banjir Kali Kedurus mulai berjalan dan diproyeksikan membawa dampak positif bagi perkembangan kawasan Surabaya Barat.

Selain menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi risiko banjir, proyek senilai sekitar Rp314 miliar ini dinilai dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus daya tarik kawasan properti.

Proyek yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Bank Dunia dan ditargetkan selesai pada akhir 2027.

Pejabat Pembuat Komitmen Sungai dan Pantai I BBWS Brantas, Ima Solikhati, mengatakan Kali Kedurus dipilih sebagai prioritas karena kesiapan lahannya lebih baik dibandingkan sejumlah usulan proyek pengendalian banjir lainnya.

“Kali Kedurus dipilih karena sudah bebas dari masalah sosial lahan sehingga pelaksanaan konstruksi bisa lebih cepat,” kata Ima saat meninjau lokasi proyek, Jumat (7/8).

Menurut Ima, Kali Kedurus memiliki peran penting sebagai saluran drainase yang menampung limpahan air dari Surabaya Barat hingga sebagian wilayah Gresik sebelum dialirkan ke Kali Surabaya.

“Peningkatan kapasitas sungai diperlukan seiring meningkatnya limpasan air akibat perkembangan kawasan perkotaan dan berkurangnya daerah resapan,” tambahnya.

Pada tahap awal, pekerjaan dilakukan pada sisi kiri sungai sepanjang 3,5 kilometer. Sementara itu, pekerjaan sisi kanan masih menunggu penyelesaian sejumlah bidang lahan.

Project Manager PT Nindya Karya (Persero), Ardhian Elia Patria, mengatakan total penanganan Kali Kedurus mencapai sekitar 7 kilometer dengan durasi pekerjaan sekitar 540 hari sejak April 2026. Proyek strategis ini diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2027.

Pekerjaan mencakup normalisasi sungai dan penguatan tebing menggunakan Combined Concrete Sheet Pile (CCSP). Kawasan sempadan sungai juga akan ditata dengan jogging track, ruang terbuka hijau, rumput, penerangan jalan serta penanaman pohon Tabebuya setiap 100 meter.

Selain itu, Saluran Gendong Kiri akan direvitalisasi menjadi long storage sepanjang 3,5 kilometer. Sistem tersebut dirancang untuk menahan dan memperlambat aliran air saat hujan deras sekaligus meningkatkan infiltrasi dan menambah ruang hijau.

“Penguatan sistem drainase juga dilakukan melalui modernisasi Boezem Kedurus, termasuk penggantian dan penambahan kapasitas pompa serta pembangunan Rumah Pompa Babatan Pratama dan Rumah Pompa Bangkingan Kiri,” ujar Ardhian.

Royal Residence Optimis Proyek akan Naikan Nilai Properti  

Pengembang Royal Residence Surabaya, PT Bhakti Tamara, menyambut positif pembangunan proyek tersebut. Proyek Kali Kedurus ini akan menjadi katalis positif bagi kawasan Surabaya Barat sehingga potensi banjir bisa ditekan.

Lodewyk Wattimena, Direktur Utama Royal Residence, mengatakan, pihaknya menyambut baik proyek perbaikan aliran Kali Kedurus ini. Sebab manfaatnya akan luas. Tidak hanya dirasakan para penghuni Royal Residence saja, namun juga masyarakat di Surabaya Barat.

Berkurangnya risiko banjir akan meningkatkan kenyamanan sekaligus mengurangi salah satu kekhawatiran calon pembeli properti. Penataan bantaran sungai dengan ruang terbuka hijau, jogging track dan tanaman Tabebuya juga dinilai akan memperkuat nilai estetika kawasan.

“Sebab itu, kami sangat mendukung proyek ini. Karena manfaatnya akan dirasakan masyarakat Surabaya Barat, bukan hanya Royal Residence saja. Ptoyek ini melewati lahan Royal Residence sepanjang 1,8 Km,” ujar Lodewyk.

Ia memperkirakan peningkatan kualitas infrastruktur tersebut pada akhirnya akan berdampak terhadap nilai properti di kawasan sekitar Kali Kedurus.

Selain meningkatkan kenyamanan, akses kawasan yang semakin baik dinilai berpotensi mendorong minat masyarakat terhadap hunian dan produk komersial.

“Dampaknya tentu nilai properti akan ikut naik dan tentu harapanya penjualan properti juga akan meningkat signifikan,” katanya.

Lodewyk mengakui pasar properti pada 2026 masih menghadapi tantangan ekonomi. Hingga semester I 2026, penjualan Royal Residence baru mencapai sekitar 30-35 persen dari target tahunan.

Pihaknya tetap optimistis mengejar target pada semester II melalui sejumlah produk hunian, termasuk cluster Organica dan cluster lainnya dengan harga mulai sekitar Rp1 – Rp7 miliar.

Lodewyk berharap dampak proyek Kali Kedurus terhadap bisnis properti semakin terasa setelah seluruh pekerjaan selesai pada 2027.

“Kami yakin dengan selesainya proyek penanggulangan banjir ini pada 2027, penjualan kami akan meningkat signifikan. Penataan sungai dengan jogging track, tanaman, dan taman juga akan mempercantik kawasan serta meningkatkan nilai jual properti,” tutup Lodewyk. jr5/tan

Related posts