Daihatsu Garap Kota Penyangga untuk Jaga Pertumbuhan, Layanan Purna Jual Jadi Andalan

Banyuwangi, JatimReview.Com – PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation terus memperkuat penetrasi pasar di kota-kota penyangga sebagai strategi menjaga pertumbuhan penjualan di tengah kondisi industri otomotif nasional yang masih menghadapi tantangan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas jaringan layanan purna jual (after sales) melalui penguatan fasilitas 3S (Sales, Service, Spare Part) di berbagai daerah potensial. Banyuwangi menjadi salah satu wilayah yang dipilih karena dinilai memiliki prospek pasar otomotif yang masih berkembang.

Chief Executive PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation, Fredy Handjaja, mengatakan pasar otomotif di kota-kota besar mulai menunjukkan tingkat persaingan yang sangat ketat. Karena itu, perusahaan mulai mengalihkan fokus pengembangan ke daerah penyangga yang masih memiliki ruang pertumbuhan lebih besar.

“Kota besar sudah relatif jenuh, sementara mayoritas konsumen Daihatsu berasal dari segmen masyarakat menengah ke bawah. Karena itu kami melihat kota-kota penyangga seperti Banyuwangi memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan,” ujar Fredy saat peresmian Karunia Motor Daihatsu Banyuwangi, Jumat (12/6).

Menurut dia, penguatan layanan purna jual menjadi faktor penting untuk menjaga loyalitas pelanggan sekaligus mendukung peningkatan penjualan kendaraan baru.

“After sales saat ini menjadi salah satu penopang utama bisnis. Kami terus mendorong jaringan diler untuk tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan servis dan ketersediaan suku cadang,” katanya.

Kinerja Daihatsu di Banyuwangi menunjukkan tren yang positif. Sepanjang Januari-April 2026, total penjualan mobil di Banyuwangi mencapai 810 unit. Dari jumlah tersebut, Daihatsu berhasil menjual 118 unit atau tumbuh 9,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Market share Daihatsu di Banyuwangi juga meningkat dari 14,1 persen menjadi 14,6 persen.

Di tingkat provinsi, penjualan kendaraan roda empat di Jawa Timur selama empat bulan pertama tahun ini mencapai 25.228 unit atau tumbuh 15,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Daihatsu berkontribusi sebesar 3.702 unit, meningkat 15,65 persen secara tahunan dengan pangsa pasar mencapai 14,7 persen dan menempati posisi kedua di Jawa Timur.

Fredy menjelaskan sebagian besar konsumen Daihatsu merupakan pembeli mobil pertama (first car buyer). Berdasarkan hasil survei perusahaan, layanan purna jual menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen dalam memilih merek kendaraan.

Karena itu, setiap pengembangan pasar baru selalu diikuti dengan penguatan layanan 3S. Untuk daerah yang belum memiliki fasilitas lengkap, Daihatsu menyediakan layanan Daihatsu Mobile Service guna memastikan kebutuhan pelanggan tetap terlayani.

Sementara itu, Direktur Karunia Motor Daihatsu, Franciscus T. Nugraha, menilai Banyuwangi merupakan salah satu pasar otomotif yang menjanjikan di wilayah Jawa Timur bagian timur.

Ia optimistis kehadiran outlet baru dengan fasilitas 3S yang lengkap dapat mendorong peningkatan penjualan hingga 30 persen. Saat ini, Daihatsu Gran Max masih menjadi model dengan kontribusi terbesar terhadap penjualan di Banyuwangi dengan porsi sekitar 45 persen.

Karunia Motor Daihatsu saat ini mengoperasikan tiga outlet yang berlokasi di Surabaya, Banyuwangi, dan Madura. Dalam waktu dekat, perusahaan juga akan meningkatkan fasilitas outlet di Madura menjadi diler 3S guna memperluas jangkauan layanan kepada konsumen.

“Dengan fasilitas yang semakin lengkap, kami ingin memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat Banyuwangi dan wilayah sekitarnya. Kami optimistis kehadiran outlet ini akan semakin memperkuat posisi Daihatsu di kawasan tapal kuda Jawa Timur,” ujar Franciscus. jr1

Related posts